Hobi dan komunitasnya


Setiap orang pasti memiliki hobi masing-masing. Tapi sebaik-baik hobi tentunya adalah hobi positif, yang tidak hanya memberikan manfaat dan kesenangan semata pada kita yang melakukan, kalau bisa juga pada orang lain, orang sekitar. Tambahan lagi, biaya yang dikeluarkan tidak lah terlalu besar. Sebab, yang namanya hobi adalah hal yang tidak wajib kita penuhi, sifatnya rekreasi-hiburan. Kalau biaya yang kita keluarkan untuk sebuah hobi sudah besar bahkan lebih banyak dari kebutuhan hidup sendiri, tentunya ini akan memberatkan.

Diluar sana, apalagi dikota besar banyak sekali hobi yang memerlukan budget tinggi untuk sekedar menikmatinya, bahkan bisa dikatakan lebih banyak ruginya (dari sisi materi juga waktu ) dibandingkan dengan apa yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Untuk hobi-hobi ini sepertinya tidak perlu saya sebutkan satu persatu, takutnya nanti ada yang tersungging. Eh, tersinggung. Kita juga sudah sama tau, banyak contohnya. Kebanyakan hobi “mahal” ini adalah hobinya para orang kaya, yang berdalih mendapatkan kepuasaan bila sudah melakukannya. Tapi disini kita tidak bisa menjudge, bahwa apa yang mereka lakukan sebuah kesalahan. Karena mereka melakukan itu tentunya sudah sesuai dengan kemampuan mereka.

Justru yang  akan jadi masalah adalah ketika kita yang orang-orang biasa, harus pula memiliki hobi “mahal”, bisa bangkrut jadi nya sob, pandai-pandailah memilih hobi. Pilihlah hobi yang sesuai dengan ukuran kantong, kalaupun sekarang sedang menekuni hobi “mahal” sebaiknya segera kurangi atau  tinggalkan saja. Mubazirun…


Hobi kamu apa ?



Ternyata saya juga masih punya hobi, dan sepertinya kita juga masih sama HeHe.. salah satunya ya menulis ini. Dan saya akui, gaya menulis saya masih sangat biasa-biasa saja dan dari dulu belum bisa punya gaya menulis sendiri, bisanya cuma menulis artikel monoton seperti ini, tidak ada perkembangannya dari dulu, parah memang.

Tapi saya bersyukur, sebab dari hobi inilah blog ini jadi ada, sebab hobi inilah saya jadi kenal dengan dunia blog, karena bagaimanapun ngeblog atau blogging adalah menulis dan selamanya membuat karya tulis. Ini ketetapan yang tidak akan bisa dirubah. Walau sekarang banyak bermunculan berbagai jenis platform blog. Tetap saja isi dari blog itu berbentuk postingan atau tulisan kan ?! rasanya mustahil saya jadi seorang blogger tapi tidak tidak suka menulis.

Berkomunitas dan manfaatnya


Kembali bicara hobi lagi nih, hobi selalu dikaitkan dengan yang namanya komunitas. Komunitas adalah sebuah perkumpulan terstruktur dari orang-orang yang memiliki hobi sama. Banyak komunitas yang kita ketahui seperti komunitas mobil, motor, sepeda, penyuka benda-benda kuno dan antik, sampai dengan komunitas yang masih baru, unik, asing, dan terlihat aneh bagi kita orang awam.

Sebenarnya, jika kita memiliki sebuah hobi, baiknya memang bergabung dengan komunitas sob, tapi tidak harus loh. Sesuai pengalaman saya, banyak sekali manfaat positif bila kita tergabung dalam komunitas, diantaranya adalah :

1. Menambah link


Ini adalah manfaat paling utama menurut saya, dengan bergabung dalam komunitas otomatis kita akan bertemu, berkenalan dengan orang-orang baru. Bisa saling tukar pikiran, berbagi ilmu bermanfaat, pengalaman, melengkapi satu sama lain. Atau kalau ada project-project yang masih berhubungan dengan hobi kita tersebut, pun kalau tidak, kita bisa saling kerjasama dengan teman-teman komunitas , dengan begini hasilnya tentu akan lebih baik.

Buat yang masih single bin jomblo sepertinya komunitas juga tempat yang cocok untuk ajang nyari jodoh, karena biasanya kan anggota komunitas itu banyak, orang-orang yang sehobi dengan kita jelas. Tak jarang dari anggota-anggota komunitas ini nantinya akan menjadi teman akrab, sahabat, sampai berjodoh, setelah keseringannya kopdar (kopi darat, ngumpul). Enakkan nantinya kamu bisa dapat pasangan yang juga sehobi dengan mu ? Halaaaaaah

*Abaikan*
*Ngomong serius lagi*

Dalam islam sendiri (agama saya) menyambung tali persaudaraan itu sangat dianjurkan. Sebuah hadist sahih yang berarti kurang lebih “ jika ingin rezeki mu dilancarkan maka, sambunglah tali silaturahim ”. Analisa dangkalnya mungkin bisa begini, rezeki itu sering kita dapatkan dengan bekerja, dengan banyak teman kadang datang job-job yang tidak kita duga-duga sebelumnya, yang ditawarkan oleh si teman, disaat kita sedang nganngur, ataupun sudah punya penghasilan tetap. Juga disaat kita lagi butuh pekerjaan, kadang teman punya solusi atau pekerjaan yang bisa diberikannya kepada kita.

Oleh karena itu, perbanyaklah menyambung silaturahim dengan orang lain, orang-orang baru diluar lingkaran profesi dan kehidupan kita selama ini, biar nambah linknya, relasinya, temannya, atau apalah namanya lagi. Biar nambah juga rezekinya.

2. Dapat banyak  inspirasi baru


Ini juga tidak kalah penting. Dalam menjalani hobi yang kita tekuni, kadang datang rasa bosan. Nah, dengan sama-sama melakukan kegiatan hobi bareng teman-teman komunitas, kita bisa mendapatkan inspirasi dan semangat baru lagi. Dengan begitu kita bisa tetap eksis dalam menekuni hobi dan berkarya.

3. Bisa jadi terkenal


Ini manfaat yang terakhir, iya serius. Kamu bisa jadi orang terkenal, setidaknya kamu akan dikenal oleh teman-teman se komunitas, HeHeHe… Untuk yang ingin jadi terkenal dengan komunitas sebenarnya mudah, kamu hanya dituntut untuk terus eksis didalam itu komunitas. Ikut aktif dalam acara yang diadakan, karena setau saya komunitas sering melibatkan berbagai pihak dalam mengadakan acara-acaranya, juga tidak melulu acara yang berbau dengan hobi kita tersebut. Kegiatan-kegiatan ini bisa sebagai ajang unjuk gigi bagi yang ingin lebih dikenal publik karena prestasi dan karya.

Lebih mudah lagi bila komunitas yang kita masuki itu sudah punya nama besar, reputasi yang baik, anggota yang banyak. Kita bisa jadi banyak kenalan, networking yang luas, baik dalam urusan komunitas maupun kehidupan pribadi.

Komunitas blog


Saya punya beberapa komunitas sob, tapi ditulisan kali ini saya hanya akan membahas sebuah komunitas yang masih berhubungan dengan blog, yaitu komunitas Palanta, komunitas blogger nya kota padang, kota  asal saya.

Sekilas tentang Palanta


Palanta adalah komunitas blogger pertama di sumatra barat, keanggotaannya terbuka bagi semua blogger yang berasal dari daerah disumatra barat maupun blogger lain yang ingin mengenal lebih jauh tentang sumatra barat. Komunitas Palanta didirikan pada tanggal 30 desember 2007 oleh 15 orang blogger dan citizen journalism waktu itu, dan Palanta kemarin baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 8. Oh ya, saya mau ngasih ucapan selamat dulu…

Happy 8th Anniversary Blogger Palanta

Walaupun sudah telat sebulan sepertinya tidak masalah kan ? Semoga dimaafkan.

Saat ini jumlah anggota blogger palanta sekitaran 50 orang, terdiri dari berbagai tipe blogger, yang kebanyakan memang adalah personal blogger dan blogger-blogger yang berdomisili di kota padang.

Palanta sangat sering mengadakan kopdar dan berbagai kegiatan yang bertemakan dunia blog, kepenulisan, IT, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Saya sendiri bergabung dengan Palanta di awal tahun 2012 lalu, saat blog ini baru-baru dibuat. Palanta juga merupakan komunitas blog pertama yang saya masuki, setelah berikutnya banyak komunitas blog yang saya ikuti, baik yang cuma tergabung di sosial media, atau komunitas nyata.

Tapi untuk mengikuti berbagai acara kopdar dan ngumpul-ngumpul lainnya saya tidak terlalu banyak sob, entah saya nya yang kurang apdet, kuper, atau sayanya yang malas, hihiiiii.. Apalagi diwaktu awal tahun 2013 sampai 2014 saya sempat benar-benar vakum dari aktifitas ngeblog, walau cuma sekedar untuk mengapdet berita terbaru dari komunitas-komunitas blog lewat sosial media. Karena dalam kurun waktu satu tahun itu saya lebih banyak fokus di kuliah dan beberapa buah project SEO web.

Terhitung hanya beberapa kali saya ikut ngumpul dengan teman-teman blogger palanta, yang pertama waktu beberapa bulan setelah saya gabung dikomunitas ini, pas acara buka bareng ramadhan 4 agustus 2012, yang diadakan di pecel lele lela jalan veteran Padang. Waktu itu blogger yang datang cukup banyak, dari yang anggota baru sampai partai-partai lamanya blogger palanta. Diacara itu kita saling kenalan, dan untuk pertama kalinya saya lebih tau dengan sosok asli teman-teman blogger palanta yang selama ini cuma bisa kenal lewat tulisan-tulisan mereka di blog masing-masinng.

kopdar-pertama-komunitas-blogger-palanta

Kopdar kedua, 6 September 2015

Kopdar ini diajakin oleh udarian, blogger yang sudah dijadikan sesepuh oleh teman-teman blogger palanta lainnya, bertempat di JCC Senayan yang waktu itu sedang mengadakan acara bookfair, dan hari terakhir pula. Bintang tamunya salah satu penulis idola saya, surayah pidibaiq. Di kopdar ini kami cuma bertiga : saya, rian, dan ami, bloggirl palanta yang sekarang sudah sangat jarang mengapdet blognya.

kopdar-kedua-komunitas-blogger-palanta

Sebenarnya agak janggal juga sih disebut kopdar, karena cuma bertiga. Dan yang kami lakukan lebih banyak jalan-jalan, liat-liat buku murah, dari pada ngomongin komunitas dan seputar blog. tapi gapapa juga deh disebut kopdar, karena ngumpul kita waktu itu tetap atas nama komunitas blogger palanta. HaHa

Oh ya, saya belum cerita kenapa saya bisa ngumpul lagi dengan teman-teman komunitas palanta, dan kok kopdarnya di jakarta. Jadi ceritanya gini…

Di awal tahun 2015 saya hijrah ke jakarta, dan setelah sekian lama vakum dari aktifitas ngeblog, saya coba-coba lagi menyentuh ini blog, ngapdet postingan, share ke sosial media, ke komunitas blog. Saya kembali aktif mantengin berbagai aktifitas beberapa komunitas blog yang saya ikuti. Mulai lagi stalking akun teman-teman blogger palanta, di twitter mereka tetap pada aktif. Tapi kok aktifitas di grup facebook palanta sepi sekali, yang ada di wall hanya beberapa update postingan dari blog yang tidak saya kenal, dan kebanyakan artikel spam dari blog yang ingin mendapatkan trafik secara instan. Sedangkan postingan dari blog teman-teman palanta yang saya kenal sudah sangat jarang, sebuah pertanyaan muncul “apa teman-teman blogger palanta yang dulu, sudah tidak aktif ngeblog lagi ?”

Sampai di sekitar pertengahan tahun 2015 kemarin saat saya menulis di wall grup palanta yang pertanyaannya hampir sama dengan kalimat diatas, direspon oleh seorang member palanta yang kita sebut saja “amak”, ahahaha, iya. Namanya A-M-A-K. Kata amak, anak-anak palanta sekarang lebih sering chat di grup Whatsapp, bukan di facebook lagi. Amak juga menanyakan, apakah saya mau juga di masukkin ke grup Whatsapp nya palanta. Ya, iyalah maaaak jawab saya spontan.

Setelah dimasukan ke grup Whatsapp, komunikasi saya dengan teman-teman palanta kembali lancar.

Kopdar ketiga, 26 November 2015

Selanjutnya adalah kopdar ketiga, juga kopdar saya yang paling baru. Kopdar ini diajakin sama fhia yang kebetulan sedang ada tugas di Jakarta selama seminggu dari perusahaan, semacam diklat-diklat gitulah (kalau tidak salah. Toh kalau salah mohon dikoreksi sendiri aja ya fhia #Nyengir). Kopdar ini bertempat di mall Kokas. yang datang ada 5 orang, kami cerita banyak…

blogger-palanta

- Ada Fhia, bloggirl yang sekarang sudah kerja di salah satu perusahaan BUMN di sumatra barat, tapi ngeblognya masih, dan aktif sekali.
- Vandra, anggota palanta yang sekarang sudah nggak aktif ngeblog lagi. juga sudah bekerja di salah satu BUMN di Jakarta.
- Rian, dedengkotnya palanta, bisa juga dikatakan iconnya palanta, dan sekarang bekerja di Jakarta. Piss yan :)
- Ami, yang juga sudah bekerja di salah satu bank BUMD Jakarta.
- Dan ada saya, blogger gak jelas dan masih aja jomblo, eh jobless…..

Ada yang seru dibalik kopdar terakhir kita ini, sebelumnya fhia sengaja nggak ngasih tau teman-teman palanta lainnya kalau sudah ada di Jakarta. Dan ceritanya sengaja mau bikin surprise gitu sama anak-anak palanta yang lain, kalau kita lagi ngadain kopdar terselubung ini. Rencananya nanti pas sedang kopdar kita upload foto ke grup whatsapp biar yang lain pada bengong dan bertanya-tanya kok fhia tiba-tiba udah di Jakarta aja. Dan rencana ini berhasil, teman-teman palanta di grup banyak yang sirik jadinya.. hihiii

*Kopdar ini di sponsori oleh fhia, mari sama-sama ucapkan terima kasih pada fhia*

Perihal kopdar Jakarta ini, kesannya memang sangat beda dengan yang di padang. Mungkin karena disini kita sama-sama menyandang status “perantau”, maka rasa keakrabannya sangat terasa sekali.

---

Teman, taukah kamu hal menyenangkan apa saja bila kita berada di daerah orang (rantau) ?!

Yang suka traveling, bepergian pasti tau.

Salah satunya adalah ketika kita bertemu dengan orang-orang satu kampung, orang satu daerah dengan kita. Baik yang sudah kita kenal sebelumnya, atau baru pertama kali bertemu dan kenal di daerah baru tersebut. Ya, rasa bertemu orang kampung itu “sesuatu” sekali.

Ketika bertemu orang kampung kita bisa bicara dalam bahasa kampung sepuasnya, seenaknya, tanpa menghiraukan orang sekitar :). Juga, ketika kita bertemu orang-orang satu kampung, kita bisa serasa dikampung lagi, tidak dirantau. Karena sudah sama-sama menggunakan bahasa daerah.

Hal ini sering saya lakukan ketika bertemu dengan teman-teman lama. Saya lebih sering menggunakan bahasa daerah daripada bahasa gaul setempat, walau saya tau si teman tersebut juga tidak terbiasa menggunakan bahasa daerah. Sering saya di ejek,” jauh-jauh merantau kok bahasa mu masih kayak orang kampung aja, gaul dikit dong”. HaHa, terserah. Mungkin itu cuma persepsimu teman. Itung-itung biar gak lupa sama bahasa daerah, ya kapan lagi bisa ngomong bahasa kampung kalau tidak dengan orang satu kampung. Untuk memakai bahasa gaul setempat dan bahasa formal sepertinya saya juga sudah tau tempatnya kok.

Satu lagi dari sekian hal menyenangkan ketika kita berada dirantau, yaitu makanan/masakan. Memang sih urusan lidah tiap orang itu berbeda-beda. Dan disini karena orang padang, saya akan memabahas khusus masakan padang, tepatnya rumah makan padang.

Kita sering mendengar jargon “ dimana bumi dipijak, disitu ada rumah makan padang”. Yap, orang padang sangat terkenal sebagai perantau ulung, hampir disetiap sudut kota di indonesia ini ada orang padang, dan rumah makan padang.

Tapi, untuk menemukan masakan padang yang benar-benar rasa “padang” sepertinya hanya sedikit. Kebanyakan rumah makan padang di rantau sudah jadi abal-abal, masakannya asal jadi saja. Kalau adapun rasanya yang pas, itu pasti mahal.

Saat ini sudah banyak rumah makan padang yang masakannya tidak dimasak oleh orang padang. ini bisa jadi karena resep masakan padang sudah banyak diketahui orang dan dengan mudah bisa dipelajari walaupun oleh bukan orang padang.

Kembali ke poin 2 tadi, urusan lidah adalah urusan masing-masing. Menyenangkan memang bila menemukan masakan asli daerah kita di daerah orang. Tapi bagi saya sendiri, tetap masakan yang paling enak itu adalah masakan rumah (mama), bukan rumah makan, bukan restoran, walau semahal dan semewah apapun itu.

Lalu bagaimana kalau sedang di perantauan seperti sekarang ini, saat jauh dari orang tua. Dan tiba-tiba kangen orang tua, kangen masakan beliau. Karena masakan rumah makan padang sudah bukan jadi pilihan nomor satu lagi, saya punya solusi sendiri, yaitu berkunjung kerumah keluarga atau saudara yang ada di (rantau) jakarta ini. Karena kebetulan ada beberapa keluarga yang menetap disini.

Rasa masakan dari orang bersaudara biasanya tidak jauh-jauh beda, dan Alhamdulillah rasa masakan saudara mama saya (etek/bibi) yang ada di jakarta ini juga tidak jauh beda dengan masakan mama yang ada di kampung. Biasanya Kalau sudah kangen berat, saya akan pergi kerumah beliau, makan sekenyang-kenyangnya. Itung-itung sekalian silaturahim… #Modus #Dasar

***

Oke sob, isi tulisan ini sudah kesana-kemari. Dari yang awalnya cerita hobi, komunitas, kopdar sampai kebiasaan saya yang suka numpang makan di rumah etek ketahuan. Sebagai penutup saya ucapkan terima kasih kalau kalian telah membaca tulisan ini dari awal sampai akhir…

Kalau bisa ceritakan juga ya di kotak komentar komunitas apa saja yang kalian ikuti, terutama komunitas blog kalian saat ini. Juga, kalau pernah ada pengalaman menarik saat jauh dari orang tua, atau ketika  berada di perantauaan… Saya tunggu.

I love You, eh. See You….

Share :

Facebook Twitter Google+
18 Komentar untuk "Hobi dan komunitasnya"

wih udah 8 tahun ya,,,semoga terus berlanjut dan tetap berkarya...

Melalui komunitas kita bisa belajar banyan ya, contohnya komunitas blog ^^

Terus berkarya selagi masih punya waktu..hee

I love yutuuu

hahaha #PLAK

Ih jadi kopdar yang di pecel lela itu kopdar pertama nya bang yozi?

wahhh

Inget banget waktu itu bank yozi nanya-nanya seputar alexa rank / google rank wkwkwk #PadahalTernyataAnakPalantaGakAdaYangPakeWidgetPageRank #Bloggersukasuka #butaSEO #hihihi

Kapan kopdar lagi bang?
ajak aulll

HeHe...

Sini Aul, ke Jakarta, kita kopdarnya nanti di puncak Monas.

buset, udah lumayan senior tuh yak 8 tahun. kopdarnya mantep tuh.. yak totally setuju kalau hobi bakal lebih optimal kalau ada komunitas yang emndukung. salah satu contohnya, hobi ngeblog dengan komunitas blog :")

Baaang, sharethisstory.net itu maksudnya gimana?
Kok yang keluar bukan link blog bang yozi?
Dan gak bisa ngomen via akun google?

bingung dedek bang bingung

Jadi gini dedek Aul, sharethisstory itu adalah tracking linknya dari 8share. Sebuah situs pengiklan dengan konsep "pay per click" gitu. Setiap member yang tergabung diberikan konten2 yang bisa kita share diberbagai media sosial seperti fb,Twitter,dan G+. Nantinya, dari setiap link iklan yang diklik oleh uniqe visitor kita diberikan reward berupa uang tunai dan poin bonus. Untuk lebih taunya mungkin Aul bisa kunjungi langsung situsnya di http://8share.com/id/. Atau kalau sekalian mau daftar silakan, itung2 manfaatin sosmed untuk nyari uang jajan. Sekalian promo nih, kalau Aul mau daftar, daftar aja lewat referral link babang ini (http://po.st/Ql2VWG) yah... HeHeHe

Yang perlu diingat adalah, perhitungan tracking link ini berdasarkan uniqe visitor (pengunjung unik) loh, bukan jumlah klik. Setiap pengunjung itu hanya akan tercatat satu kali untuk sebuah link iklan, walaupun dianya mengklik beberapa kali. Dan, dalam menshare konten kita juga harus ingat etika bersosial media, jangan membabi buta. Kan nantinya malah terkesan nyepam...

Semoga membantu.

Yang paling terasa dari gabung ke komunitas hobi tuh meneurutku jadi banyak teman dan nambah inspirasi :)

Selamat aniv untuk komunitas blogger Palanta :)

Mantap mumpung masih muda harus rajin berkarya agar kedepan menjadi kaya raya, hahaha

Keren tuh komunitasnya... terus berkarya mas...

Wahh udah 8 tahun ya mas, saya salut mas saya baru ngeblog sekitar 2 tahun tapi masih ganti-ganti blog, sekarang udah mau fokus sama wordpress mas hehehe. Terus semangat dan berkarya ya !

baru punya komunitas motor...
sebenarnya lg pengen gabung komunitas blogger di Banyumas... tpi, ah.... entahlah....
hehehe...

seru ya bisa kopdar sama blogger lain :)

kalau saya mah belum pernah sih kopdar antar blogger heuheu

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top