Made for minds ala Enda nasution


Hai sob, apa kabar ?

Lama juga saya tidak ngapdet postingan diblog ini, hampir satu bulan.... oh ya, ngomong-ngomong soal bulan, sekarang kita sudah masuk ke bulan ber-ber, bulan yang katanya bulan “hujan”, tapi itu dulu. Lah, kenyataannya sekarang yang kita lihat hal itu sudah tidak bisa lagi dijadikan patokan, mengingat perputaran iklim tidak lagi stabil. Bisa jadi karena dampak dari global warming yang merubah tatanan siklus musim bumi.

Lihat saja dibulan september ini, hujan masih jarang turun.

Sedihnya, ini memperparah keadaan, karena dibeberapa daerah Indonesia sedang terjadi musibah kebakaran hutan yang cukup parah, sisa asap dari pembakaran hutan-hutan tersebut berubah jadi kabut asap tebal. Tingkat ketebalan asap ini juga sudah sangat tinggi, mengganggu penglihatan dan jarak pandang kita dalam berkendara, dan berbahaya dari faktor kesehatan bila terhirup.

Tidak hanya mengganggu daerah-daerah disekitar lokasi terjadinya kebakaran, kabut asap yang di bawa angin juga merambah ke negara tetangga Malaysia, Brunei, dan Singapura. Akibatnya, protes bermunculan dari negara-negara tersebut kepada pemerintah indonesia untuk sesegera mungkin menangani masalah ini.

Semalam hujan baru saja turun, semoga bisa membantu memadamkan kobaran api yang masih menyala ditengah upaya keras pihak pemerintah dan relawan-relawan lainnya.

***

Dibulan ber-ber ada bulan november, bulan yang kita ingat sebagai bulan penuh sejarah dalam proses terbentuknya negara ini, tepatnya tanggal 10 november, yang kita peringati sebagai hari pahlawan.

Menurut kamu pahlawan itu siapa ?


Mengingat kata pahlawan dalam benak kita selama ini pasti tertuju pada sosok pejuang-pejuang kemerdekaan negara yang telah dengan susah payah ikut berjuang pada zaman penjajahan demi meraih kemerdekaan. Baik yang berjuang langsung dalam medan perang, maupun mereka yang berjuang dengan jalur diplomatik, dari satu meja ke meja lainnya, membuat perundingan dengan berbagai pihak yang coba menghambat terbentuknya negara republik ini.

Sejak kecil pemikiran ini sudah tertanam dalam otak kita, dari bangku sekolah dasar bahkan sampai dewasa. Secara umum sosok pahlawan yang tergambar adalah tokoh seperti  presiden, jenderal-jenderal, para diplomat, dan sebagainya. Ini tidak salah, karena pahlawan menurut defenisinya adalah orang yang dikenal berjasa dan rela mengorbankan segenap keberanian dan dirinya sendiri dalam menegakkan kebenaran untuk bangsa, negara, dan agama. Dan gelar itu tepat sekali bila disematkan kepada tokoh-tokoh tersebut, melihat dizaman itu memang merekalah yang telah berjasa untuk terbentuknya negara ini.

Tapi sob, seiring waktu, dan bila kita membuka pemikiran serta mengambil sudut pandang yang lebih luas, di zaman sekarang sosok pahlawan seperti diatas sudah tidak ada lagi. Karena kita hidup di negara yang sudah merdeka, sudah tidak ada perang. Sedangkan orang-orang yang masih terus berjuang guna menegakkan kebenaran demi bangsa, negara, dan agama masih tetap ada, satu pertanyaan muncul. Bisakah juga mereka kita sebut pahlawan ?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, coba jabarkan terlebih dulu pengertian pahlawan yang sudah saya tuliskan diatas tadi, pahlawan adalah ” orang-orang yang dikenal “, apakah benar gelar pahlawan itu hanya untuk orang yang dikenal atau terkenal karena jasa-jasanya saja ? kalau kita menjawab iya, saya rasa pola pikir kita terlalu sempit. Karena masih banyak orang-orang yang tidak kita ketahui yang sampai saat ini masih terus dan terus berjuang demi sebuah tegaknya kebenaran, apakah itu untuk bangsa, negara, ataupun agamanya.

Seperti kata pribahasa, “tak kenal maka tak sayang”, begitupun dengan sosok seorang manusia, perjuangan yang dilakukannya tidak kita ketahui barangkali karena kita belum mengetahuinya. Atau bidang yang diperjuangkannya tersebut bukanlah bidang yang kita tekuni.

Sebagai contoh paling dekat, kita semua tentu (pernah)memiliki orang tua. Kedua orang tua kita dari saat kita lahir bahkan belum lahir telah berbuat dan mencari hal-hal terbaik untuk diberikan kepada anaknya, baik itu berupa materi atau ilmu, dengan tujuan kelak anaknya bisa menjadi anak yang berguna.

Bukankah hal yang dilakukan oleh orang tua kita itu adalah sebuah bentuk perjuangan juga ?! perjuangan yang dalam lingkup kecil untuk anaknya, namun jika anak-anak itu besarnya berhasil dan berguna bagi banyak pihak dalam hal kebaikan, maka perjuangan yang dilakukan oleh orang tua itu sudah sama artinya dengan perjuangan untuk orang banyak. Orang tua menurut saya juga pahlawan, bahkan pahlawan nyata yang paling mudah kita kenali dan temui. Meski semua orang tidak mengetahui seberapa besar dan dalam bentuk apa perjuangan masing-masing orang tua tersebut.

Sekarang mari kita ambil contoh dalam ruang lingkup yang lebih besar dan lebih relevan dengan keadaan zaman.  Zaman perjuangan yang sudah tidak melulu dengan perang dan angkat senjata, tapi dengan cara yang lebih cerdas. Para pahlawannya pun memiliki ragam cara dalam meraih apa yang dicita-citakan, seperti dengan memanfaatkan kemajuan dari media teknologi dan informasi.

Internet sebagai media baru 


Sejak awal tahun 2000-an internet mengalami perkembangan yang sangat pesat hampir ditiap negara di dunia, juga menghampiri Indonesia yang baru saja melakukan perubahan dalam sistem pemerintahannya yang lebih bebas dan terbuka dalam segala hal, berbicara, mengemukakan pendapat, berekspresi, berkarya, maupun dalam mengakses informasi.

Internet memainkan peranan penting disini, jaringan nya dimanfaatkan sebagai sarana penghubung  oleh pengguna satu sama lain. Website-website sebagai media sosial bermunculan. Untuk dunia personalpun kita dimanjakan dengan hadirnya blog dan jejaring sosial sebagai tempat berbagi ide, aktivitas, acara, dan ketertarikan dalam suatu bidang. Masing-masing penggguna bisa melakukan hubungan sosial layaknya didunia nyata.

data-negara-pengguna-internet-terbanyak-di-asia

data-penggunaan-internet-indonesia-2015

Lonjakan signifikan penggunaan internet semakin meningkat dari tahun ke tahun, terlebih sejak boomingnya jejaring sosial.  

Melihat alternatif baru yang di sediakan internet, orang-orang yang memiliki tujuan awal untuk sebuah misi yang diembannya, tentu saja ingin memanfaatkan peluang ini. Karena internet telah terbukti lebih memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang-orang tanpa batas.

Pahlawan blog dari indonesia


Dalam dunia blog sendiri, salah satu bidang yang sangat saya gemari dan tekuni saat ini. Sebelum jadi tren, butuh perjuangan panjang oleh beberapa orang dan pihak untuk mengenalkannya kepada masyarakat.

Saya akan membagi sebuah cerita kepada sobat, silakan disimak.

Tanggal 14 sepetember 2015 kemarin saya mendapat sebuah undangan dari @idblognetwork. Acara yang diadakan oleh MyRepublic- sebuah perusahaan provider layanan internet cepat dan TV kabel- berkerjasama dengan Deutsche Welle indonesia- portal berita yang berasal dari Jerman ini mengangkat tema "Local Heroes Blogging Seminar". Dalam email disebutkan juga tentang topik yang akan dibahas. Serta tokoh yang akan menjadi narasumber. Untuk penampakan emailnya seperti ini.

undangan-seminar-dari-idblognetwork

Hal paling membuat saya tertarik dari isi email adalah kedua narasumber yang disebutkan. Enda nasution dan Yunalis. Paling penasaran dengan sosok pertama, Enda nasution, seorang blogger. Tapi namanya seperti baru kali ini saya dengar. Siapa beliau ?

Saya yang membuka email via laptop dan sedang terkoneksi dengan jaringan internet yang tumben lancar, langsung browsing. Mencari tahu blogger tipe apakah dia ini, apakah seorang penulis blog yang kemudian membuat buku-buku lalu buku-bukunya tersebut laris manis, seperti halnya Raditya dika atau Anne ahira yang sukses dengan internet marketingnya melalui jalur blog.

Perkiraan saya dari dua hal tersebut  sangat jauh meleset. Dalam banyak artikel dihasil pencarian yang saya baca satu persatu dengan seksama menyebutkan Enda nasutian adalah bapak blogger, seorang perintis dunia blog indonesia, jauh sebelum blog dikenal di negeri ini. Benarkah ? kok saya baru tau.

Untuk gelar bapak blogger indonesia yang tersemat dibelakang nama enda sendiri berawal dari artikel di The Jakarta Post yang berjudul “ Enda Nasution : The ‘Father’ of Indonesian Bloggers ”.

Sepak terjangnya bisa kita lacak dari awal mulai mengenalkan dunia blogging melalui artikel "Apa itu blog ?" yang ditulisnya pada tahun 2001. Melalui artikel panjang yang sempat ditolak beberapa kali oleh media massa tanah air kala itu, bang Enda membahas secara lengkap apa itu blog, bagaimana cara mengelola serta manfaat apa saja yang kita peroleh jika kita mengoptimalkan potensi nya.

Usaha yang dirintis oleh Enda waktu itu bisa dikatakan tidak berjalan mulus, karena ternyata di negara kita ini masih banyak orang yang belum siap menerima kemajuan media teknologi. Bisa jadi penolakan ini disebabkan karena orang masih menganggap blog adalah hal yang sulit dan kurang bermanfaat.

Dengan penuh semangat pantang menyerah dan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Enda tidak pernah berhenti mengenalkan apa itu blog, mulai dari tingkat dasar sampai ke tingkat paling tinggi. tahap demi tahap, Enda memandu jalan untuk menyusuri media baru yang saat itu masih asing.

Akhirnya perjuangan tidak sia-sia dan berbuah manis, karena beberapa tahun kemudian, media blog yang sebelumnya dianggap sebagai barang baru menjadi media paling efektif sebagai tempat meyampaikan ide, pemikiran, dan berpendapat di internet. Bahkan pendukung bisnis yang fundamental, efektif serta tanpa batas. Diluar defenisinya sebagai media personal seperti jejaring sosial, karena blog sifatnya menurut saya lebih personal dan formal.

Apa itu saja yang dilakukan bang Enda sehingga beliau di juluki bapak blogger, setelah blog dikenal luas di indonesia  ?

Tentu gelar diberikan bukan tanpa alasan, mengingat ini adalah sebuah gelar yang menyangkut prestise bagi penyandangnya. perjuangan panjang Enda tersebut bisa kita runut lewat beberapa catatan dibawah ini.

Enda nasution termasuk orang (beberapa) pihak pertama yang dengan gencarnya mengenalkan dunia blogging di indonesia. Hal ini dilakukannya dengan bersuara langsung melalui seminar-seminar, dan karya-karya tulisnya. Enda juga sangat aktif membuat blog yang tujuannya untuk pengenalan dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Moment Pemilihan Umum 2004 menjadi salah satu event penting bagi Enda untuk menunjukkan kepada publik keunggulan yang dimiliki blog, dia membuat project blog pertama di Indonesia yang khusus mengulas tentang hiruk-pikuk Pemilu 2004, dengan nama Blog Pemilu 2004, yang beralamat di www.Pemilu2004.GoblogMedia.com. Dalam Postingan pertama nya yang berjudul “ Some Ground Rules ”. Enda menjelaskan bahwa Blog Pemilu 2004 adalah blog yang dibuat khusus membahas tentang pemilu 2004 serta informasi yang berhubungan dengannya. Blog ini juga membuat postingan-postingan tentang  tata cara pemilu dan mengajak masyarakat untuk tidak menjadi golput. 
  • Berikutnya, bencana alam Tsunami  yang terjadi  tahun 2004, disusul gempa bumi Yogyakarta menjadi fokus Enda dalam melebarkan kiprahnya didunia blog. Dengan membuat sebuah blog berbahasa inggris www.IndonesiaHelp.Blogspot.com. Tujuannya agar dunia dunia lebih bisa mendapatkan informasi dan data terbaru mengenai kedua bencana alam besar yang melanda indonesia ini. Serta mendapatkan wadah yang tepat bila ingin menyalurkan bantuan, karena dalam blog disertakan juga alamat, nomor telepon, faksimili, dan rekening bank terpercaya untuk donasi.
Mungkin, karena dua project besar dan sepak terjang yang telah dibuatnya itulah sosok Enda jadi momok baru dimata blogger dunia. Pada desember 2005 Enda diundang untuk menghadiri Global Voice 2nd Summit yang diadakan di kantor pusat Reuters London, Inggris. Sebuah acara pertemuan blogger dari seluruh dunia, yang dihadiri sekitar 80 orang, terdiri para blogger dari berbagai negara, perwakilan NGO, dan sejumlah awak media papan atas seperti BBC dan The Guardian.

  • Bulan november 2006, Enda kembali diundang oleh sebuah acara bertaraf internasional, Asia 21 Young Leader Summit di Seoul, Korea Selatan. Enda diberi kesempatan untuk menjadi panelis khusus tentang citizen journalism dan blogging. Acara ini sendiri adalah ajang pertemuan anak-anak muda berprestasi sedunia berlatar belakang dari beragam profesi, yang bertujuan untuk mempersiapkan para pemimpin masa depan yang memiliki semangat global dan berpikiran kreatif .
  • Di indonesia, langkah Enda semakin mantap ketika didaulat menjadi chairman Pesta Blogger 2007, yang waktu itu adalah tahun pertamanya event nasional tahunan para blogger Indonesia ini diadakan. Selanjutnya Enda tetap dipercaya sebagai anggota Steering Committee Pesta Blogger.
  • Tahun 2009, Enda mendapat kehormatan sebagai salah satu TED fellows india. 
  • Setelah namanya dikenal dunia dan meraih banyak penghargaan, Enda lantas tidak berpuas hati. Karyanya untuk negeri terus berlanjut.  Bersama Komunitas Langsat, Pada April 2009, mereka membuat situs tentang politik bernama www.Politi­kana.com. Sebelumnya, Enda dan Komunitas Langsat juga sudah mengelola sejumlah web yang berprinsip partisipatif, dengan konsep konten diisi oleh penggunanya sendiri. Yang kemudian tahun 2011 web-web tersebut digabung dalam sebuah situs bernama www.SalingSilang.com. Sebuah web startup dengan misi menata dan merapihkan sambil mengusung pembicaraan didunia media sosial.
  • Masih di tahun 2011, The BOBs, sebuah penghargaan blog bergengsi dari kantor berita jerman, Deutsche Welle. Memilih Enda sebagai salah satu perwakilan blogger yang dipercaya jadi dewan juri dalam blog award tersebut.
  • Terakhir, yang menjadi salah satu masterpiece Enda nasution di jagat cyber adalah diluncurkannya sebangsa.com pada bulan oktober 2014 lalu. Sebuah layanan sosial media yang telah dikembangkan Enda bersama teman-teman sejak oktober 2012 dengan konsep untuk mentransformasi layanan publik di indonesia. 

Banyak sekali kan sob, Itulah sosok Enda nasution, tidak berlebihan mungkin gelar tersebut diberikan kepada nya. Mengingat peranan di belantika blog nasional yang tidak pernah patah arang untuk terus mengkampanyekan internet kepada seluruh warga Indonesia. Apalagi,  banyak pengakuan dari orang-orang yang memutuskan jadi blogger setelah membaca artikel nya "Apa itu blog ?".

Semangat, karir dan prestasinya sangat menginspirasi sekali bagi saya, juga blogger-blogger lain. Sosok yang saat ini mungkin tidak dikenali oleh blogger-blogger muda, karena rentang waktu yang sudah cukup jauh dari masa dan apa yang telah diperjuangkannya. Apalagi, generasi muda saat ini sepertinya lebih mengenal dunia blog hanya sebagai wadah untuk menuangkan curhatan daripada ide yang sifatnya membangun dan memiliki kontribusi untuk orang banyak seperti yang dicita-citakan bang Enda.

Oh ya saya hampir lupa, untuk seminarnya sendiri. Alhamdulillah saya bisa hadir, acara tersebut berjalan dengan lancar. Bang Enda banyak berbagi cerita dan ilmunya. Selain itu peserta yang terdiri dari 35 blogger berbagai generasi ini juga diberi kesempatan untuk bertanya seputar dunia blogging dan citizen journalism kepada dua narasumber. Paling menarik diadakannya “game” seru dengan hadiah voucher belanja dengan total hadiah 1 juta rupiah dalam sesi tanya jawab. Sayangnya, saya gak menang dan tidak dapat voucher satupun, meski sudah mencoba berkali-kali.

Peserta-Local-Heroes-Blogging-Seminar

yozidahfilputra-dan-enda-nasution

Sangat rugi sekali andai saya tidak ikut acara hari itu, walau dengan sedikit keterlambatan, karena harus mutar-mutar dulu nyari alamat, yang sebenarnya berada di pusat kota. Lantaran sayanya kesana dengan busway dan halte tempat turun lumayan jauh dari lokasi, terpaksalah harus jalan kaki dulu. Tapi semua nya seperti terbalas, karena selain bisa menambah wawasan tentang dunia blog, bisa berkenalan dengan blogger-blogger lain, makan-makan gratis (heuheuuu), kami para peserta juga diberikan beberapa souvenir menarik dari pihak sponsor acara waktu akan pulang.

Made for minds ala Enda nasution


Banyak sisi positif yang bisa kita ambil dan jadikan pelajaran dari sosok seorang Enda nasution, perjuangan dan cara berpikirnya. Sudut pandang Enda dalam berkarya waktu itu mungkin masih terbilang langka, konsep “made for minds” yang arti secara baku nya “dibuat untuk pikiran”. Sebuah konsep berpikir yang belum populer di Indonesia sampai saat sekarang. Namun defenisi jamak dari kalimat ini bisa berarti sebuah usaha yang dibuat untuk kepentingan orang banyak, yang memancing rasa ingin tahu orang lain untuk ikut berkecimpung dan memikirkan efek serta kelanjutan dari usaha tersebut. Simpelnya, bukan sekedar dibuat-buat saja, tapi juga harus memiliki tujuan yang berkesinambungan kedepannya.

Konsep “made for minds”  ini tergambar jelas dari project-project kreatif yang telah dibuat Enda, dari sana point penting yang harus kita catat adalah :

1. Semangat, sebagaimana yang sudah saya uraikan diatas, Enda sangat aktif mengkampanyekan penggunaan internet, dunia blog dan sosial media melalui media massa, baik cetak maupun televisi. Semangat nya inilah yang patut kita tiru dalam mencapai sebuah tujuan dalam berkarya

2. Ide kreatif, kita harus bisa mengembangkan kreatifitas semaksimal mungkin. Apalagi dizaman yang terus berkembang dan menuntut kemampuan untuk bertahan seperti sekarang ini, Tanpa kreatifitas rasanya akan sulit sekali mempertahankan dan mengembangkan sesuatu, terlebih hal yang bersifat baru.

3. Berani beda, sebelum Enda menjadi penggiat internet seperti yang kita kenal sekarang. Beliau adalah seorang lulusan Fakultas Teknik Sipil ITB angkatan 1999. Disiplin ilmu yang sangat jauh sekali bertolak belakang dengan dunia internet dan citizen journalism. Tapi Enda bisa membuktikan bahwa jalan hidup yang dipilihnya tersebut bisa mengantarkannya menuju kesuksesan. Sama kita ketahui, dalam berkarya tentu akan banyak sekali persaingan, untuk membuat karya yang bisa menarik perhatian orang lain kita harus bisa berbeda dari yang lain. Bisa dengan cara me”remake” yang lama, atau membuat sesuatu yang baru.

Sikap berani beda ini juga sering ditekankan bang Enda kepada generasi muda dalam setiap pembicaraannya di berbagai seminar dan workshop. Dalam seminar yang saya hadiri kemarin, bang Enda menerangkan bahwa, meski dunia blog sudah sangat dikenal saat ini, tapi blogger-blogger dan blog di indonesia kebanyakan masih terfokus pada topik yang sifatnya umum. Enda mengharapkan munculnya ide-ide baru dari para blogger dalam membuat konten, seperti dengan menggali  aneka ragam kekayaan budaya lokal di indonesia, atau konten yang sifatnya memperjuangkan hak dan kepentingan orang banyak.

4. Menghilangkan sifat ketergantungan, internet bukan berasal dari indonesia, begitu juga dengan kebanyakan media-medianya. Sebagai contoh, jejaring sosial facebook, Twitter, buatan amerika. Keunggulannya yang dimilikinya kita akui memang banyak, sebab itu mungkin digandrungi masyarakat. Tapi bangsa yang kuat bukankah bangsa yang tidak harus selalu bergantung kepada bangsa lain. Enda coba melawan aturan ini dengan mengembangkan jejaring sosial sebangsa.com, jejaring yang 100% buatan anak negeri.  Meski sekarang perkembangannya belum sebesar facebook dan sosial media lainnya, tapi salut saya tetap buat bang Enda yang berani mengambil langkah besar.

***

Tentang gelar pahlawan, Enda juga bisa disebut pahlawan. Pahlawan blog indonesia tepatnya, mengingat kembali pengertian pahlawan diawal tulisan ini. Pahlawan adalah orang-orang  yang berjasa, bukankah jasa-jasa Enda nasution sudah jelas. Dan sematan gelar pahlawan tidak harus selalu di diberikan kepada orang yang telah meninggal, gelar pahlawan juga tidak selalu harus menunggu diumumkan ke publik, dan pemberian medali bintang kehormatan dari pemimpin negara.  Gelar pahlawan bagi orang yang masih hidup seperti bang Enda mungkin hanya bisa dihayati oleh orang yang telah merasakan jasa-jasanya tersebut.

Sekali lagi salut saya buat Enda nasution.  

My idea, in case.


Sebuah project sempat terlintas dalam fikiran saya tentang pemanfaatan layanan internet seperti yang telah dilakukan bang  Enda. Di indonesia sendiri kan sekarang sudah banyak bermunculan perusahaan provider penyedia layanan internet cepat, dengan bermacam fitur layanan, mulai dari jaringan seluler, internet untuk rumah dan perkantoran, sampai layanan berkelas TV kabel.

Project ini masih berlatar belakang program edukasi dengan konsep  pendidikan gratis untuk anak pedalaman dari tenaga pendidik muda dan profesional berbasis media internet. Mungkin terlihat seperti penggabungan dari program indonesia mengajar yang di cetuskan menteri kebudayaan dan pendidikan dasar menengah kita saat ini, bapak Anies baswedan dengan gerakan sokola rimbanya Butet manurung.

Indonesia mengajar adalah ajang bertukar ilmu oleh tenaga pendidik muda yang telah melewati beberapa seleksi untuk mengajar di sekolah-sekolah negeri dan swasta di seluruh pelosok negeri ini, yang dilakukan secara sukarela. Sedangkan sokola rimba adalah program pengajaran membaca, menulis, dan berhitung, untuk anak rimba di daerah-daerah sangat pedalaman.

Keduanya berbeda, kalau di sokola rimba, pendidikannya dilakukan ditengah hutan yang sangat minim sekali akan sarana penunjang, daerah yang sangat sulit dijangkau, bahkan listrik dan sinyal bisa dikatakan tidak ada. Materi yang diberikanpun mungkin hanya materi dasar dalam pendidikan. Ilmu dan informasi yang di terima murid tentunya juga sebatas kemampuan yang di miliki oleh sang pengajar.

Berbeda sekali dengan programnya indonesia mengajar yang dilakukan di sekolah-sekolah dan oleh tenaga profesional. Juga, dari sisi estimasi, berbagi ilmu program indonesia mengajar hanya selama satu tahun. Sedangkan sokola rimba sejauh ini batas waktunya tidak kita ketahui, tergantung kesanggupan dari sang relawan.

Tapi bagaimana kalau keduanya kita gabung dalam sebuah bentuk program baru ?

Dengan cara memadukan program mengajar oleh para profesional ini ke anak-anak rimba pedalaman. Anggap saja sebuah kerjasama dibuat dengan salah satu provider untuk menyediakan layanan internet yang cukup kuat, sebuah perangkat komputer yang dilengkapi semua fungsi-fungsi untuk menunjang semua kebutuhan informasi, kemudian ditempatkan pada satu titik (kampung) di daerah pedalaman yang menjadi lokasi pusat kegiatan.

Untuk mengoperasikan perangkat ini nantinya (beberapa) relawanlah yang akan bertanggung jawab. Tentunya sebelum diterjunkan ke lapangan relawan sudah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan guna menunjang suksesnya program. Nantinya, selain menerima pelajaran dasar dari (para) relawan, anak rimba juga bisa mengakses informasi lebih dari perangkat canggih ini.

Untuk solusi jaringan internet yang tidak ada karena harus melewati ratusan bahkan ribuan kilometer sepertinya bukan jadi masalah rumit, karena tanpa jaringan standar (kabel) pun, sinyal satelit yang telah diprogram lebih dulu tentu bisa dimanfaatkan. Atau melalui sebuah pemancar sinyal jarak jauh yang dibuat khusus.

Untuk listrik, dengan generator listrik mini perangkat bisa dijalankan, karena daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Untuk menutupi keterbatasan bahan bakar guna menjalankan generator mungkin bisa kita atasi dengan membuat stok bahan bakar yang banyak, bisa dilakukan melalui pengiriman udara dan darat, untuk kebutuhan satu bulan misalnya, jadi lebih menghemat waktu dan tenaga.

Penggabungan itu bisa kita aplikasikan dengan kegiatan seperti memberikan edukasi melalui media internet, pemberian materi oleh para pengajar profesional dengan media internet, live streaming.

Alat-alat penunjang sudah tersedia. Nah, Para pendidik yang terdiri dari orang-orang hebat dan sibuk tapi punya niat untuk berbagi ilmu namun tidak mempunyai waktu luang dan karena kerbatasan jarak sepertinya akan terjawab dengan pemanfaatan internet seperti ini, para pendidik yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu bisa secara langsung berbagi dengan anak rimba, bahkan dengan sistem ini akan lebih banyak lagi orang-orang yang bisa ikut berpartisipasi.

Selain itu, dengan jaringan internet. Otomatis informasi yang didapatkan juga bisa lebih banyak, melalui browsing. Juga dengan layanan lainnya yang tersedia seperti blog dan media sosial, bahkan para anak-anak rimba ini tidak menutupi kemungkinan bisa menikmati layanan TV kabel yang menyediakan berbagai channel menarik serta mendidik, dan lebih bisa berekspresi dan mengenalkan karya nya ke orang-orang di dunia luar sana.

Yang jadi catatan saya sendiri dari keefektifan program ini seandainya terwujud.

  1. Lebih memudahkan pihak profesional yang ingin ikut berpartisipasi dengan program mengajar di daerah pelosok, tapi terkendala masalah jarak dan waktu. 
  2. Sumber  informasi  yang lebih banyak di dapatkan dari internet.
  3. Membuka pemikiran anak rimba terhadap dunia luar yang lebih luas, khususnya dunia teknologi. 
Mungkin ide ini muncul karena saya juga dari background dunia pendidikan (waktu kuliah dulu ngambil jurusan keguruan, dan sempat melakukan penelitian kedaerah pedalaman untuk bahan skripsi). Saya sangat merasakan bagaimana keterbatasan yang dimiliki oleh anak-anak pedalaman ini akan pendidikan dan kemajuan teknologi serta informasi dari dunia luar.

***

Oke, tulisan ini sudah sangat panjang. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan november, bulan pahlawan. Spesial, tulisan ini saya dedikasikan kepada para pahlawan-pahlawan di indonesia, baik yang sudah tiada maupun yang masih hidup dan terus berjuang demi kecerdasan dan kemajuan bangsa ini.

Bangsa kita sangat kaya, bangsa kita sudah sangat banyak memiliki orang-orang pintar, hanya saja diperlukan orang yang mau untuk melakukan gerakan perubahan, seperti yang telah dibuat oleh Enda nasution,  Anies baswedan, Butet manurung, dan banyak nama lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Sekian dulu tulisan saya ini, kalau ada cerita lainnya dari sobat pembaca yang masih berhubungan dengan topik pahlawan masa kini dan cara berpikir yang “made for minds”, sila sampaikan dikotak komentar. Saya tunggu.  

Share :

Facebook Twitter Google+
26 Komentar untuk "Made for minds ala Enda nasution"

Kalau menurutku pahlawan itu seseorang yang rela berkorban demi kebaikan orang lain di sekitarnya. Aku baru tau kalo ada pahlawan blog.

Eh asap di Sumatra belum selesai juga ya? Wah padahal udah lama banget tuh. Semoga asapnya cepat selesai deh :)

baru mengenal enda lebih dekat disini, makasih mas
ulasan yang panjang, nanti balik lagi :)

Ulasan masbro detail en komplit, cuman sayangnya kok ngeblognya kurang semangat *tuuh sebulan baru posting apdetan :) Semangat dong :)

wah bang enda bikin medsos juga yah?mantap bang, karya anak negeri memang harus dikembangkan, indonesia itu bisa, saya yakin indonesia memiliki orang-orang yang berpotensi namun masih sedikit yang beruntung, pahlawan adalah orang yang rela berkorban demi sesuatu yang diraih oleh bangsanya..
siip terimakasih atas pencerahan yang cukup panjangnya, salam sukses dari toko kami natureve ya bang :)

Ouw, aku juga baru tau Enda Nasution,,weleh..kemana sajah akooh..? Ulasannya komplit..:))

Pahlawan memang bukan hanya di sematkan ke para pejuang ya... Pahlawan di rumah itu orang tua, Pahlawan blogger si enda nasution... sayang banget ngga bisa mendapat voucher hadiah, tapi bisa di undang ke acara seperti itu saja saya pasti sudah senang sekali... karena bisa sebagai pengalaman menambah wawasan

Pahlaman itu gak selalau superhero seperti superman :D

Wuah..saya juga baru dengar nama Enda Nasution, perjuangannya gila.. kerennn!!

Wehehe lengkap banget ya mas, sempet waktu tahun 2012 lalu wawancara ke taman Langsat sama bang Enda. Banyak inovasi baru untuk berbuat sesuatu di dunia digital. Bener apa yang dibilang diatas, Semangat, Ide kretaif dan Berani beda.

Yosssshh!!

Mari kita terapkan ilmu ilmu baru ini demi masa depan blog yang lebih cerahhh!

#Banzaii!

Salut buat mas Enda... salut jg buatmu sob.. ngilang satu bulan tp muncul dgn artikel yg wow bgt... suer aku jg baru tahu bapak Blogger itu Enda Nasution. ngebayangin gmn nasib blogger kalo gak ada beliau. eh itu situs jejaring sebangsa.com jg aaku baru tau. mirip2 FB ya?

pahlawan blog indonesia di kalangan remaja sih masih raditya dika kayaknya ya.... gara2 dia orang2 kayak bena sama alit jadi terinspirasi juga. itu blog kalau nggak di update 1 bulan alexa rank nya anjlok past i dah

Setiap orang bisa menjadi pahlawan, minimal bagi dirinya sendiri -D

Patut dijadikan inspirasi mas,,,untuk kita generasi muda

Wah akupun baru dengar lewat blog ini nama tsb, pastinya dah sesepuh blogger ya mereka ini

Saya kirain tadi perempuan loh pak enda ini... eh rupanya orang medan juga dia lae bermarga :D nice info

Gue juga sama, awalnya nggak kenal, Bang. Baru tahu malah kalo dia bapak blogger. Huwahaha kacau dah.
Panjang banget tulisannya. Bener-bener lengkap. :D

Asyek sempet foto bareng. Gue enggak kepikiran buat foto. :(

terima kasih ulasan tentang Pahlawan nya Mas, apalagi tentang Sosok Pahlawan Blogger Indonesia Bapak Enda Nasution... yang penting tetap semangat Mas hehehe...

makasih ulasannya. dan tetap semangat terus ngeblognya :)

nambah wawasan baru nih
terimakasih :)

tahniah kpd pak enda yg menjadi pahlawan blogger dlm bidangnya...artikel yg sgt menarik ni...

saya sering denger namanya, tp br bener2 baca 'sejarah'nya ya skarang ini...
idenya boleh juga :)

ulasannya sangat bermanfaat sekali :)

Artikelnya lengkap :) Menurutku selain orangtua, Steven Tyler dan John Frusciante juga pahwalan "pribadiku". Gak kebayang tanpa peran mereka aku bakal ada dimana sekarang. Pahwalan bisa siapa saja, dari kalangan apa saja. Orang yang dianggap "biasa" bagi orang lain bisa saja jadi the biggest hero bagi seseorang :))

Saya baru tahu tentang Enda Nasution dari artikel ini. Saya suka cara berpikirnya made for minds ^_^

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top