Shalat 23 rakaat cuma 15 menit


Cerita lucu islami, shalat 23 rakaat cuma 15 menit – Shalat adalah ibadah utama bagi seorang muslim, dan ibadah istimewa, karena perintah nya dijemput dan diterima langsung oleh nabi kita Muhammad SAW dari Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Juga, Shalat (shalat fardhu)merupakan ibadah wajib yang akan di hisab pertama kali di akhirat nanti.

Sejatinya, ibadah shalat banyak mengandung manfaat bagi kesehatan fisik dan mental kita, bila di kerjakan dengan tata cara yang benar. Dari segi fisik, gerakan-gerakan dalam shalat setelah diteliti oleh beberapa ilmuwan muslim, maupun non muslim ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. Dalam gerakan takbir, rukuk, sujud, duduk. Semuanya bermanfaat bagi kesehatan.

Begitupun dengan bacaan dalam shalat, yang berisikan Do’a-doa dan pujian terhadap sang pencipta manusia, Allah SWT. Dalam bacaan shalat yang berbentuk bahasa arab ini, bila kita jiwai dengan penuh penghayatan, mustahil seorang manusia itu untuk tidak mengakui kebesaran dari Allah SWT. Selain berupa Do’a dan pujian terhadapa Allah SWT, bacaan shalat juga berisikan Do’a-do’a untuk diri sendiri. Seperti bacaan yang terdapat dalam do’a duduk diantara dua sujud, yang berisikan permintaan ampunan, keselamatan, kecukupan, derajat, rezki, petunjuk, dan kesehatan kepada Allah. Hal ini juga, bila kita resapi tentu akan menambah semangat kita untuk mencari rahmat Allah dalam menjalani hidup ini.

Di cerita lucu islami kali ini sob, saya akan coba sedikit membahas tentang sebuah fenomena unik shalat yang terjadi di negara kita, dengan judul cerita lucu islami, shalat 23 rakaat cuma 15 menit.

Shalat 23 rakaat cuma 15 menit

Belum lama ini, di pertengahan bulan suci Ramadhan 1436 H kemarin, sebuah berita sempat menghebohkan jagat dunia maya, tentang pelaksanaan shalat tarawih di sebuah pondok pesantren di daerah Blitar Jawa timur. Yang menjadi bahan perbincangan adalah shalat tarawih yang biasanya di kerjakan dalam jumlah 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat shalat witir ini hanya diselesaikan dalam waktu 15 menit sob.

Di indonesia memang mayoritas penduduknya menganut agama islam, dan sebagian besar menganut mazhab Syafi'i. Namun tidak dipungkiri pula ada beberapa aliran-aliran atau tarekat tertentu yang berkembang di indonesia, meskipun dalam jumlah yang sedikit, tapi ajarannya sudah berlangsung secara turun temurun.

Setiap aliran ini kadang mempunyai perbedaan dengan aliran lainnya, baik dari kebiasaan dalam menjalankan ibadah, atau rukun islam lainnya. Sebab kebiasaan itu sulit untuk dihilangkan, karena biasanya mereka memiliki dalil yang kuat juga sebagai pegangan.

Contoh besar perbedaan aliran islam yang paling mencolok yang bisa kita lihat adalah antara organisasi Nadhatul ulama dan Muhammadiyah, yang sampai saat ini masih sering berbeda pendapat dalam beberapa keputusan agama islam yang ada di negara Indonesia ini.

Oke, kembali ke permasalahan shalat Tarawih diatas.

Shalat Tarawih adalah shalat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadhan, boleh dikerjakan sendiri atau berjamaah dan dikerjakan sesudah shalat Isya hingga waktu fajar.

Shalat Tarawih ini hukumnya sunat muakkad, dan mengenai bilangan rakaatnya yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah saw. Ada delapan rakaat dan tidak terhitung bilangannya (tidak diketahui) oleh sahabat lain, sedangkan Umar bin khatab mengerjakannya sampai 20 rakaat dan ijma’ sahabat telah menyepakati amalan Umar bin khatab ini.

Cara mengerjakan shalat tarawih


Shalat Tarawih ini dikerjakan seperti shalat biasa lainnya, baik mengenai bacaan maupun gerakan-gerakannya, pada setiap dua rakaat ditutup dengan salam. Setelah selesai shalat Tarawih lalu diteruskan dengan shalat Witir, sekurang-kurangnya satu rakaat, tetapi pada umumnya dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam.

***

Dari penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa tata cara pelaksanaan shalat Tarawih hampir sama dengan shalat-shalat sunat lainnya sob, yang jadi perbedaan hanya pada niat, jumlah rakaat, serta do’a yang kita baca setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih.

Di Indonesia sendiri mayoritas umat muslim mengerjakan shalat sunat Tarawih 8 rakaat. Tapi ada juga yang melaksanakan 20 rakaat ini.

Logikanya amal ibadah yang lebih banyak kita kerjakan tentu lebih baik, begitupun dengan shalat. Lebih banyak jumlah rakaatnya, lebih baik. Yang jadi masalah disini, bukankah sebuah ibadah itu dikatakan sempurna bila kita menjalankannya secara benar dalam rukun, syarat, maupun niat. Kalau sudah benar secara niat dan rukun serta syaratnya Insya Allah diterima oleh Allah SWT.

Melihat berita yang ada di media tersebut, melaksanakan  shalat 23 rakaat cuma 15 menit. Sepertinya ini sangat jauh dari tata cara yang benar. Shalat ini sangat tergesa-gesa. Kita sama mengetahui bahwa shalat yang benar itu harus kusyu’, melakukan gerakan dan lafaz bacaannya dengan benar. Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Allah menjawab setiap ayat per-ayat Al-fatihah yang kita baca dalam shalat. Kalau cara shalatnya tergesa-gesa seperti yang terjadi di pesantren dalam berita diatas, bagaimana bisa dikatakan bahwa shalat yang mereka lakukan itu benar ?!

Yang lebih mirisnya lagi shalat tarawih super kilat itu dilaksanakan di sebuah pondok pesantren, yang notabene adalah tempat mendidik para santri-santri, calon generasi muda bangsa. Jelas-jelas ini telah merusak aqidah agama, bahkan merusak generasi penerus bangsa.

Sob, sebenarnya fenomena shalat tarawih super kilat tidak hanya terjadi di pondok pesantren Blitar saja. Di kampung halaman saya sendiri, di sumatra barat, daerah kabupaten pesisir selatan sana, hal yang serupa juga ada. Atau mungkin diseluruh indonesia.

Di mushalla tempat saya belajar mengaji. Kami menyebutnya dengan “surau”, hal ini hampir setiap tahun terjadi, bahkan yang lebih menyedihkan hampir setiap kali memasuki bulan ramadhan perkara shalat ini selalu jadi pertengkaran. Karena ada beberapa jamaah (mayoritas para orang tua) yang masih menjalankan shalat tarawih 20 rakaat super kilat seperti ini di Mushalla tersebut.

Di kampung saya, biasanya shalat tarawih di laksanakan dengan dua gelombang.  Gelombang pertama shalat tarawih 8 rakaat dan gelombang kedua 20 rakaat. Shalat Isya dilakukan secara berjamaah, baik jamaah 8 dan 20 biasanya ikut melakasanakan shalat Isya, setelah itu dilanjutkan dengan ceramah ramadhan. Setelah ceramah ramadhan, baru shalat Tarawih yang 8 rakaat di mulai. Sementara shalat di laksanakan, para jamaah shalat 20 ada yang pulang dan ada juga yang menunggu sampai shalat selesai.

Namun demikian, ada beberapa Masjid atau mushalla yang menetapkan hanya menyelenggarakan shalat 8 atau 20 saja.

Nah, justru dari dulunya mushalla  saya ini belum ada penetapan seperti itu, apakah shalat 8 atau shalat 20 saja. Ditiap tahun bulan ramadhan Kadang mereka menyelenggarakan shalat 8, kadang 20 saja, kadang juga kedua-duanya. Dalam perbandingan memang jumlah jamaah shalat 20 terbilang sedikit daripada shalat  8. Tapi kalau dihilangkan, takut menyinggung perasaan para jamaahnya, yang bisa dikatakan orang-orang tua yang cukup disegani di kampung saya. Terlebih lagi, para pendiri mushalla tersebut adalah mereka-mereka para tetua itu.

Karena jumlah jamaahnya yang sedikit ini, yang bisa ditunjuk jadi imam pun kadang tidak ada, kalaupun ada umurnya sudah lanjut, kekuatan fisiknya tidak memadai untuk melakukan shalat dengan gerakan cepat ini. Para jamaah shalat 20 sering meminta pada jamaah shalat 8. Dan sering jamaah shalat 8 tidak ada yang bersedia untuk menjadi imam, karena beralasan orang tersebut bukan pengikut shalat 20. Kalau sudah berujung pada hal demikian, biasanya para jamaah yang mengerjakan shalat 20 shalat secara sendiri-sendiri dirumah, atau mencari masjid yang menyelenggarakan shalat 20.

Cerita lucunya....

Pernah suatu ketika, kalau tidak salah kejadiannya di bulan Ramadhan tahun 2009. Di mushalla yang saya ceritakan diatas. Sebuah pertengkaran hebat terjadi sob, gara-gara penentuan shalat Tarawih ini. Kejadiannya pada malam pertama ramadhan, saat orang-orang akan melaksanakan tarawih pertama.  Waktu itu jamaah yang hadir lumayan banyak, tapi jamaah dari shalat 20 ini tidak seberapa. Para pengurus lainnya, yang hampir bisa dikatakan pengikut shalat 8 sebelumnya belum mengadakan mufakat, apakah nanti shalat 20 akan diadakan atau tidak. Ketika shalat Isya baru dimulai, salah satu Gharim (pengurus) Mushalla yang merupakan pengikut shalat 20 keluar dari saf shalat. Menuju pintu masuk mushalla, tidak lama terdengar bantingan kursi yang sangat keras dari arah pintu tersebut.

Besok paginya , di warung-warung terdengar kabar para pengurus semalam bertengkar di masjid. Kami jamaah shalat 8 tau, bahwa si bapak tersebut marah atas perlakuan pengurus lain yang mengambil keputusan sendiri dalam penentuan pelaksanaan shalat.

Memang, mungkin si bapak ini merasa tidak dihormati sebagai jamaah shalat 20, dengan diambilnya keputusan secara sepihak oleh pengurus lain. Tapi saya juga tidak habis pikir, kenapa si bapak harus bersikap anarkis seperti itu. Padahal beliau adalah orang yang sudah cukup berumur dan juga masih berstatus sebagai pengurus mushalla. Meski si bapak berkilah bahwa bunyi keras yang terdengar semalam berasal dari kursi kayu yang tidak sengaja di tabraknya ketika akan keluar dari pintu Mushalla, tapi semua orang tau bahwa itu adalah bentuk kekesalan beliau atas keadaan di mushalla tersebut. Sepertinya dia tidak ingat bahwa perbuatannya itu akan merusak wibawanya di mata jamaah lainnya terlebih masyarakat kampung.

Ya, bila dipikir-pikir orang bisa saja orang berbuat diluar batas demi mempertahankan paham atau ideologi yang di anutnya. Dan juga sering saya lihat, orang-orang idealis seperti halnya si bapak ini terkesan lebih egois bila sudah menyangkut mempertahankan pendapat,  meski paham atau pendapatnya tersebut belum tentu benar 100%.

***

Menurut penilaian saya sebagai orang awam sob, yang juga tidak terlalu begitu banyak memiliki ilmu agama. Praktek shalat tarawih super kilat seperti ini sebaiknya dirubah. Saya bukan tidak suka dengan adanya shalat ini, tapi perlu kita ingat lagi bahwa suatu amal ibadah itu diterima oleh Allah bukankah sudah benar dari segi niat, syarat, dan rukunnya. Bila kita berkaca pada negara-negara islam lain. Mereka juga melaksanakan shalat 20 ini kok, seperti halnya di Masjidil Haram Makkah, bahkan shalat tetap di masjid teragung umat islam ini adalah shalat Tarawih 20 rakaat. Tapi yang jadi pembeda adalah disana shalat ini dilaksanakan dengan sangat khusyu’. Bahkan, seperti yang sering kita lihat di Televisi, shalat tarawih di masjidil haram dalam setiap malam bulan ramadhan nya mengkhatamkan satu juz Al-qur’an, pelaksanaannya pun memakan waktu yang sangat lama di bandingkan dengan yang terjadi di Indonesia, yaitu dari waktu masuknya shalat Isya hingga selesai ketika hampir masuk waktu subuh (sahur).

shalat-tarawih-di-masjidil-haram-makkah

Oke, sekian dulu pembahasan pendapat saya tentang adanya praktek shalat tarawih super kilat ini.

Sedikit cerita (curhat) sob... HeHe

Sudah sekitar lima tahun saya tidak shalat dan menginjakkan kaki di Mushalla kampung saya tersebut, terakhir ya mungkin di tahun 2009 itu... penyebabnya karena saya sedang sibuk ngurus studi di kota padang, dan hampir tiap tahun saya menghabiskan bulan ramadhan di tempat-tempat berbeda. Apa kabarnya Mushalla tersebut saya tidak tau, apakah para tetua kampung masih memegang teguh tradisi mereka atau bagaimana... Saya berdo’a semoga para jamaah shalat 20 tersebut di beri hidayah dan pencerahan dari apa yang mereka pertahankan selama ini. Serta sadar bahwa apa yang mereka lakukan tersebut tidak sesuai dengan syarat dan rukunnya shalat. Semoga.

Demikian dulu cerita lucu islami, shalat 23 rakaat cuma 15 menit ini sob, semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi semua sobat pembaca. O,ya kalau ada uneg-uneg dan komentar mengenai postingan ini silahkan saja sampaikan lewat kotak komentar yang tersedia di bawah ^_____^

Share :

Facebook Twitter Google+
6 Komentar untuk "Shalat 23 rakaat cuma 15 menit"

Malah ada loh yg cm 10 menit, jujur kapok saya kalo shalatnya seperti itu..

saya juga sebenernya nggak habis pikir
dan bertanya

apa mereka itu beneran baca doanya atau gk gitu. apa cuma grak-gerak doang. 15 menit itu sangat singkat banget. dan kalau dipikir lagi, tu kyaknya gk kerasa tuh kalau itu emang shalat

tapi saya heran pas liat videonya, banyak kali jamaah-nya.

Shalatnya kilat, kira kira khusyuk apa ngga jamaahnya... kadang suka bingung, shalat lama pada grutu... solat cepat malah bikin ngga khusyu

shalat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta berdasarkan dengan doa-doa di dalam shalat, apabila dengan shalat kita terburu-buru dan tidak membaca bacaan shalat dengan benar apakah Allah juga akan mau mendengar setiap permohonan kita?!
shalat wajib maupun sunah namun khusuk dan istiqamah, lebih istimewa dimata Allah daripada shalat yang cepat tapi tidak membaca bacaan shalat dengan khusuk dan benar, wallahualam.....

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top