Dibalik sebuah tafsir mimpi gigi taring copot


Cerita lucu islami, Dibalik sebuah tafsir mimpi gigi taring copot – Hari gini masih aja percaya sama mimpi ? Bisa-bisa kita dibilang katrok bro. Sekarang itu yang percaya dengan mimpi mungkin hanya orang-orang suku pedalaman di daerah-daerah terpencil sana, ataupun nenek-nenek kita yang sudah uzur dikampung, atau juga beberapa preman kampung yang masih sering memasang togel, yang mengaku mendapatkan nomor keramat dari mimpinya semalam, apakah itu nomor polisi kenderaan yang kecelakaan, nomor rumah, ataupun nomor yang katanya diberi langsung oleh bidadari dalam mimpinya tersebut.

Pokoknya secara garis besar orang yang percaya dengan mimpi saat ini bisa dicap sebagai orang yang tidak bisa berpikir cerdas, apalagi orang tersebut hidup dilingkungan yang menuntut berpikir secara logis, seperti pekerja kantoran dikota-kota besar.

Tapi dari semua pendapat modern itu, jangan munafik deh, kita sendiri bila mendapatkan mimpi yang “aneh” pasti secara diam-diam akan berpikir tentang arti dari mimpi itu, dan secara diam-diam juga mencari tau artinya, kepada orang tua atau orang yang dianggap paham dengan hal per-mimpian. Atau cara yang paling mudah saat ini dengan browsing di internet mencari tafsirannya, karena di internet sangat banyak situs yang menyediakan serta membahas permasalahan mimpi ini.

Dalam tradisi kita di Indonesia maupun masing-masing daerah, ada beberapa bentuk mimpi yang dipercaya sebagai  pertanda akan datangnya sebuah kejadian baik, atau musibah. Seperti mimpi yang saya alami dalam cerita lucu islami dibawah ini, yang berjudul cerita lucu islami, dibalik sebuah tafsir mimpi.

Dibalik sebuah tafsir mimpi gigi taring copot

Sehari sebelum tanggal 1 syawal  1436 H kemarin, tepatnya hari kamis. Yap, sehari sebelum hari raya Idul Fitri. Hari yang bagi sebagian orang sedang sibuk-sibuknya menyiapkan segala keperluan untuk menyambut hari lebaran besok paginya, ibu-ibu mungkin sedang kejar target membuat kue lebaran yang masih tersisa, gadis-gadis sedang beres-beres rumah, atau yang diperantauan sedang dalam perjalanan mudik kekampung halaman menggunakan motor-mobil- atau jet pribadi.

Namun bagi saya sendiri hari itu seperti hari puasa yang biasa saja, tidak ada acara mudik, tidak ada acara bikin kue lebaran. Lah, gw kan cowok. Ya, karena pada lebaran tahun ini merupakan kali pertamanya saya lebaran di perantauan, di pulau jawa, di kota jakarta, jauh dari sanak keluarga. Dan entah kali keberapa lebaran tanpa pacar, eh.

Saya berada di kota Jakarta  +-  sudah 3 bulan dengan  tekad awal untuk mengadu nasib mencari pekerjaan untuk kehidupan yang lebih baik, tinggal bersama kakak (abang) saya satu-satunya disebuah rumah kontrakkan. Abang yang tahun ini tidak mudik, juga merayakan lebaran di kota ini.

Abang saya sudah berkeluarga sob, istrinya bekerja di kota padang, di karunia satu orang putri yang lagi imut-imutnya (umur 2 tahun). Biasanya abang kalau lebaran selalu mudik, tapi tahun ini tidak, sebaliknya, uni lah (sapaan saya untuk kakak ipar) yang kejakarta untuk berleberan, uni datang bersama ibu dan nenek uni  + si kecil. Bukan apa-apa sih, karena kebetulan saja, ibu  dan nenek uni katanya ingin menikmati suasana lebaran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sekalian ingin bersilaturahmi dengan keluarga-keluarga yang ada disini.

Awal cerita lucunya disini sob. Uni datang 2 hari sebelum lebaran, tepatnya rabu malam. Seperti yang telah direncakan, abang yang akan menjemput ke bandara Soekarno-Hatta, malamnya mereka menginap di rumah salah satu pamannya uni, yang berada tidak jauh dari bandara. Lagian, jarak antara  bandara dengan kontrakkan lumayan jauh juga, kurang baik untuk kondisi badan yang capek sehabis perjalanan jauh, ditambah uni kan juga memboyong si kecil. Jadilah mereka bermalam dirumah paman tersebut.

Beberapa hari sebelumnya abang sudah mengatakan tentang kedatangan uni, dan berpesan agar saya tetap dikontrakkan, karena malam kamis itu ada seorang teman kantornya yang akan menginap dikontrakkan, seorang bapak-bapak yang akan mudik ke kampung halamannya di Tegal sana. Sekalian abang menyuruh saya untuk mengantarkan si bapak paginya ke stasiun Senen. Ya, si bapak mudiknya menggunakan kereta api. Bapak ini sebenarnya tinggal di daerah dekat tempatnya berkerja, cikarang. Itung-itung buat menghindari macet pagi, karena jarak Cikarang-stasiun Senen kan lumayan jauh sob. Ntar malah ketinggalan kereta, karena si bapak jadwal keretanya di karcis jam setengah delapan pagi.

Hari Rabu itupun datang, seperti biasa, abang pulang kerja dan sampai dirumah jam 5 sore. Kali ini beserta si bapak, yang terakhir saya ketahui bernama pak Fauzul. Sehabis berbuka dan shalat maghrib, abang berangkat dengan mobil menjemput uni, tinggalah saya bersama pak Fauzul. Waktu Isya pun masuk, kami berangkat bersama ke Masjid yang berada di depan rumah untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah. Masjid raya Al – Azhar Jakarta timur.

Sepulang Tarawih kami sempat ngobrol ngalor-ngidul, cerita ini dan itu, tak lupa pak Fauzul menceritakan beberapa pengalaman hidup dan keluarganya kepada saya. Kantukpun datang, kami memutuskan untuk tidur. Saya menawarkan pak Fauzul untuk tidur dikamar, meskipun saya kurang yakin dia akan menerimanya, karena seperti yang telah di ceritakan oleh abang, bahwa si bapak ini di kontrakkannya lebih suka tidur dilantai beralaskan karpet atau tikar, daripada tidur diatas kasur empuk, alasannya dia sering mengalami pegal kalau tidur diatas kasur. Hah, sebuah kebiasaan yang buruk untuk kesehatan kan sob ?! jadilah, beliau tidur di ruang tamu yang beralaskan dua buah karpet. Dan saya tidur dengan nyenyaknya di kamar ... HiHi

Sahur pun datang, ternyata pak Fauzul yang  duluan bangun, saya terbangun setelah mendengar gedoran pintu kamar oleh pak Fauzul. Setelah cuci muka kamipun sahur menuju masjid. Kebetulan masjid tempat saya biasa shalat Tarawih ini menyediakan sahur gratis di 10 malam terakhir bulan ramadhan, sahur ini sebenarnya di peruntukkan bagi jamaah yang melakukan I’tikaf di masjid. Beruntung malam itu selesai  tarawih, saya mendapatkan kupon sahur gratisnya, dua buah pula. Karena biasanya kupon-kupon itu keburu habis diserbu oleh para jamaah sob.

Selesai makan sahur, saya dan pak Fauzul tetap di masjid, menunggu masuknya waktu shalat subuh. Selesai shalat subuh berjamaah, kita pun pulang. Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Saya dan pak Fauzulpun bersiap-siap untuk berangkat ke stasiun Senen. Sesampainya di stasiun senen kami pun berpisah, setelah saling berjabat tangan dan mengucapkan selamat lebaran. Saya pulang dengan hati lega dan selamat sampai di rumah kontrakkan.

Sesampainya dirumah... saya sempat juga mikir-mkir mau melakukan apa, alhasil saya putuskan membuka laptop dengan niat awal browsing-browsing serta membuka berapa sosial media yang saya miliki. Tidak lama, sisa kantuk semalam seperti ingin menuntut haknya. Saya pun tak kuasa untuk menaklukkannya, benar seperti kata pepatah “ orang lebih kuat melawan rasa lapar daripada rasa kantuk ”, dan hal itu telah sering saya buktikan, tidak hanya pada waktu pagi itu saja.

Sayapun tertidur, sementara keadaan laptop masih menyala. Pada saat inilah detik-detik cerita lucu itu terjadi sob. Saya tertidur hanya sebentar, mungkin hanya dalam durasi waktu 30 menit. Tapi dalam waktu yang lumayan singkat itu saya “kedatangan” sebuah mimpi, yaitu mimpi gigi saya copot. Lebih tepatnya gigi taring saya, sebelah kanan. Dalam mimpi yang antara sadar dan tidak sadar (seperti dalam keadaan kita bermimpi biasanya), saya merasa gigi taring saya goyah, goyah tanpa sebab, dan akhirnya saya copot dengan menggunakan tangan saya sendiri.

Seakan tidur di pagi itu hanya untuk melihat mimpi tersebut sob. Karena mimpi itu datangnya secara tiba-tiba saja, tanpa awal yang jelas. Setelah gigi itu copot saya pun terbangun, dengan perasaan seribu tanda tanya, dan sedikit gelisah, saya beranikan untuk membuka laptop yang masih tercolok modem untuk browsing, guna mencari apa arti dari mimpi tersebut. Karena setahu saya, yang dibesarkan di daerah pedesaan sana. Mimpi gigi copot kata orang kampung biasanya memiliki makna yang mengarah pada sebuah kejadian yang bersifat buruk atau musibah.

Arti mimpi gigi copot


Sebenarnya, saya pagi itu sedikit ragu-ragu sob, untuk mencari tau arti dari mimpi tersebut lewat internet. Karena saya tau hal tersebut sedikit mengarah pada takhayul, mengingat saat itu sedang menjalankan ibadah puasa yang mulia, di bulan ramadhan lagi. Tentu hal ini akan merusak ibadah puasa yang sedang saya jalankan. Tapi karena rasa penasaran, hal itu tetap saya lakukan...

Sama seperti mimpi-mimpi lainnya yang katanya bermakna sesuatu, seperti mimpi dikejar-kejar harimau yang bermakna akan segera mendapatkan jodoh dalam waktu dekat. Ternyata mimpi gigi copot ada maknanya juga sob, tapi sayang, maknanya mengarah pada sebuah musibah yang akan menimpa kita.Disitus tersebut disebutkan bahwa arti mimpi gigi copot atau terlepas akan ada kerabat dekat yang meninggal.

Seperti kebiasaan para pengguna internet lainnya, saya kurang puas dengan referensi satu situs saja. Sayapun membuka beberapa situs tafsir mimpi lainnya, dengan harapan tafsir mimpinya akan berbeda #ngarep. Tapi nihil, dari kesemua situs yang saya buka tersebut, secara garis besar memang menyatakan bahwa arti dari mimpi gigi copot itu adalah bahwa kita atau saudara kita akan mendapatkan sebuah musibah, apakah itu berbentuk kecelakaan, kerugiaan, ataupun kematian.

Jujur, setelah mengetahui arti mimpi ini sob, yang teringat oleh saya waktu itu adalah abang saya dan anaknya, serta nenek saya yang berada dikampung halaman, yang saat ini sedang sakit, sakit tua kata orang-orang. Tapi firasat saya lebih mengarah pada keselamatan abang saya, terlebih lagi anaknya. Untuk keselamatan diri sendiri waktu itu bahkan tidak terlintas dalam fikiran saya, memang, saya mah apa atuh, cuma seorang jomblo karatan. Selanjutnya saya berdo’a dalam hati, semoga ini hanya mimpi belaka. Dan semoga kami dijauhkan oleh Allah swt dari segala marabahaya. Sampai terjadi sebuah kecelakaan ....

Kejadian setalah mimpi gigi copot ini


Siangnya, di hari mimpi yang saya alami ini, hari kamis, hari terakhir di bulan ramadhan tahun 1436 H. Abang  kembali ke ke kontrakkan bersama uni, ibu, nenek, si kecil, dan adik lelaki uni yang juga telah berkerja di jakarta. Dengan tujuan menjemput saya. Rencananya kami akan berlebaran dan melaksanakan shalat Idul fitri di tempat pamannya uni menginap semalam.

Masih diselimuti rasa penasaran arti mimpi tersebut saya berkemas, tapi saya sendiri enggan menceritakan mimpi ini kepada abang, karena saya tau abang sangat tidak percaya pada hal-hal takhayul seperti itu. Terlebih, saya juga tidak mau nanti dijadikan olok-olok karena masih percaya pada tafsir mimpi. Hehe...

Jadilah kami berangat ketempat paman sesudah shalat ashar. Dan esok paginya, hari Jum’at melaksanakan shalat Idul fitri dengan penuh sukacita, bersama-sama di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran baru. Masjid yang dirintis oleh salah satu ulama idola saya Buya Hamka.

Selesai shalat, setelah saling bermaaf-maafan di masjid, berlanjut dirumah paman. Sehabis makan, kamipun melanjutkan acara berlebaran dengan niat mengunjungi tempat kerjanya adik uni yang satunya lagi, di daerah Casablanca. Oh ya, adik uni ini, tadinya juga shalat bersama kami, tapi karena tuntutan pekerjaan yang tidak mendapatkan cuti di hari itu, terpaksa dia harus masuk kerja. Saya pun juga tidak habis pikir dengan hal ini.

Dengan jalur melewati daerah kemayoran baru, sebelum sampai di tempat tujuan, waktu shalatpun telah masuk. Kami memutuskan untuk shalat Jum’at di Masjid Raya Pondok Indah. Sementara uni, si kecil dan ibu menunggu di mobil. Selesai shalat saya melanjutkan dengan dzikir, dan dalam keadaan dzikir tersebut  secara tiba-tiba saya teringat akan mimpi di pagi sebelumnya, sayapun berdo’a semoga itu bukan pertanda buruk, dan semoga kami selalu di jauhkan dari musibah.

masjid-raya-pondok-indah-jakarta
Masjid Raya Pondok Indah

Kamipun melanjutkan perjalanan, didalam mobil perasaan saya tambah tidak enak. Dan akhirnya terjadilah sebuah kejadian yang seakan menjawab semua keresahan saya akan mimpi ini sob, di lampu merah bundaran yang tidak jauh dari Masjid Raya Pondok Indah, mobil berhenti. Kami akan berbelok ke arah kanan. Setelah menunggu beberapa detik, lampupun berganti dengan warna hijau. Dengan maksud  ingin cepat sampai di tempat tujuan, abang sedikit memacu mobil, di sebelah kami ada mobil yang juga akan berbelok kearah kanan. Mobil yang bergandengan dengan mobil kami dilampu merah itu awalnya berjarak lumayan jauh sob, tapi karena sama-sama menambah kecepatan dan tidak berbelok serentak, mobil kami yang berada sedikit didepan otomatis menyenggol mobil tersebut, tepatnya bamper mobil tersebut.

Suara yang di hasilkan dari gesekan kedua mobil lumayan keras, dan cukup menggetarkan. Si bapak yang punya mobil berhenti di seberang jalan, menunjukkan ekspresi tidak senang. Mobil kamipun berhenti. Abang turun, beberapa menit sayapun turun. Mengingat masalah ini tidak akan bisa selesai dengan cepat, terlebih kesalahan juga berasal dari kami sendiri. Sambil memeriksa bamper sebelah kiri yang hampir terlepas itu abang meminta-minta maaf, dan bersedia mengganti biaya atas kerusakan yang telah kami lakukan. Si bapak dan istrinya tersebut menyatakan bahwa tidak terima dengan kecelakaan tersebut dan ingin mobilnya kembali dalam keadaan semula, abang menawarkan uang sebanyak 500ribu untuk si bapak. Si bapak mengatakan bukan masalah uangnya, dan kembali menegaskan ingin mobilnya kembali dalam keadaan semula. Dari logat bicaranya, saya menebak si bapak  adalah orang batak dan orang kristen. Sebab si bapak dan istrinya ini mengatakan dalam keadaan buru-buru karena akan menghadiri acara pemakaman di daerah tanah kusir. Biasanya, dan setau saya orang kristenlah yang sering menggunakan kata “pemakaman”, dan nanti ternyata dugaan saya ini benar sob.

Kami sama-sama dalam keadaan buru-buru, mengingat masih banyak famili yang harus dikunjungi hari itu dan hari berikutnya, abang kembali menawarkan uang sebagai bentuk ganti rugi kepada bapak tersebut, dengan menambah sebesar 500 ribu, total 1 juta yang ditawarkan tetapi bapak tersebut tetap bersikeras dan merasa uang tersebut tidak sebanding dengan harga bamper mobilnya. Kami sebagai pihak yang bersalah dan berani bertanggung jawab bagaimanapun tidak bisa memaksa. Akhirnya, si bapak meminta jaminan berupa STNK mobil, abang menawarkan SIM saja. Tapi si bapak tidak mau.

Cerita lucu islaminya belum selesai sob, selain menahan STNK mobil kami, si bapak ini juga bersikeras untuk secepatnya bamper mobilnya diganti, kalau bisa hari itu juga katanya. Lah, mana ada bengkel yang buka dihari lebaran pertama itu, kalau di London mungkin ada. Kamipun di minta untuk mengikutinya ke pemakaman tanah kusir. Setelah itu baru nyari bengkel yang untuk memperbaiki bamper mobil. Jalan, ditengah perjalanan dalam mobil saya sempat menyatakan dugaan saya tentang si bapak ini yang mungkin orang batak dan orang kristen.

Menuju pemakaman tanah kusir, dan sempat kehilangan mobil si bapak yang awalnya beriringan. Kami menyusul dan mencari sendiri kedalam area pemakaman tersebut, di area pemakaman kristen. Tepat dugaan saya sebelumnya, ternyata benar mereka orang kristen. Kami menemukan mobil bapak ini terparkir di pinggir jalan, dan terlihat dia dari jauh dalam kerumunan orang-orang di bawah tenda pemakaman. Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, acara selesai. Perundinganpun dilanjutkan, saya berinisiatif agar bapak ini mengembalikan STNK mobil kami. Untuk masalah penggantian bamper akan diurus setelah lebaran.

Sebagai jaminannya, kami memberikan uang sebesar 1 juta, ternyata si bapak tetap tidak mau menerima. Alhasil, dari pada memperlama urusan baiknya kita selesaikan saja di kantor polisi, usul  saya. Si bapak dengan yakin pun mengiyakan. Sayapun tau, dengan dibawanya masalah ini ke polisi, bisa jadi pihak yang akan disalahkan bisa dua-duanya. Dan bisa jadi mengeluarkan biaya yang lebih besar. Tapi karena desakan waktu, kami sepakat memilih jalan ini.

Sekarang kita kembali ke topik postingan cerita lucu islami ini. Sampai saat saya menulis cerita ini sob, STNK asli mobil kami masih di tangan bapak tersebut, untung saja abang ada Copy-an nya untuk pegangan. Jaga-jaga bila ada razia dijalan dan juga cadangan, sampai masalah ini diselesaikan dan mendapatkan STNK asli lagi. Entah itu tetap mengurus perkara ini, atau dengan jalan pintas.

Arti mimpi dalam islam dan cara kita menyikapinya


Oke sob, cerita lucunya cukup sampai disitu ya. Sekarang kita membahas topik pertama lagi. Yaitu arti mimpi, tepatnya mimpi gigi taring saya yang copot. HeHe... Entah mengapa, setelah kejadian kecelakaan yang menimpa kami tersebut. Perasaan was-was yang saya alami itu hilang, seakan kecelakaan itulah yang  menjadi obatnya. Sekembalinya kami kerumah dari pemakaman tanah kusir, perasaan saya lega selega-leganya. Untuk acara ke Casabalncanya sendiri terpaksa kami Cancel. Dan keesokan harinya, acara lebaran dilanjutkan dengan main ke TMII dan esoknya lagi ke Waterbom Jakarta yang berada di daerah Pantai Indah Kapuk, disana saya main air sepuas-puasnya seharian. Ini salah satu fotonya.

waterbom-pantai-indah-kapuk-jakarta

Perihal mimpi gigi saya yang copot itu, sengaja tidak saya ceritakan kepada siapapun sebelumnya. selain takut nantinya dibilang kampungan, juga karena sebelumnya saya sudah tau, dalam islam, agama yang penuh rahmat, agama yang saya anut dan yakini. Ada tata cara kita dalam menyikapi bila mendapatkan mimpi buruk. Yaitu dengan tidak menceritakan kepada siapapun, dan berdo’a agar mimpi tersebut hanyalah sebuah mimpi belaka, dan berharap kita dijauhkan dari segala prasangka yang ada dalam mimpi tersebut.

Sabda nabi besar Muhammad SAW , dalam hadist yang diriwatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, yang berarti :

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.”

– “Bisikan hati” : terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkan, sampai terbawa mimpi. Contoh, orang-orang yang sedang jatuh cinta atau kasmaran. Sering mengaku si pujaan hati muncul dalam dalam mimpi mereka, perihal ini erat hubungannya dengan “bisikan hati” ini sob.

– “Ditakuti setan” : mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.

¬ Jenis mimpi yang ketiga adalah kabar gembira dari Allah. Mimpi ini adalah mimpi yang berisi sesuatu yang baik dan menggembirakan kaum muslimin.

Islam tidak mengajarkan umatnya tentang takwil mimpi yang mereka alami, namun rambu-rambu yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat memadai untuk menjadi panduan dalam menyikapi mimpi. Tak terkecuali, mimpi buruk.

Ada beberapa hal yang dijelaskan dalam Islam, terkait mimpi buruk.


Pertama, tidak semua mimpi itu benar

Kedua, mimpi buruk itu asalnya dari setan.Yang merupakan salah satu bentuk permainannya untuk menakut-nakuti manusia. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun.

Ketiga, hal yang perlu kita lakukan ketika didatangi mimpi buruk sesuai yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah :

1. Meludah kekiri 3 kali.
2. Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari setan 3 kali, dengan membaca :

“A’udzu billahi minas-syaithanir-rajiim” atau bacaan ta’awudz lainnya).

3. Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.
4. Atau sebaiknya dia bangun kemudian melaksanakan Shalat.
5. Mengubah pisisi tidurnya dari posisi semula ia tidur, jika ia ingin melanjutkan tidurnya, walaupun ia harus memutar kesebelah kiri, hal ini sesuai zahir hadis.
6. Tidak boleh menafsir mimpi tersebut baik menafsir sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.

Melihat point-point diatas, sepertinya saya masih percaya dengan takwil mimpi, dan jauh dari tuntunan nabi dalam menyikapi mimpi buruk. Terbukti dengan mengait-ngaitkan mimpi copot yang saya alami dengan kejadian kecelakaan mobil ( point no.6 ) Tapi Allahualam, apakah itu hanya kebetulan, Allah saja yang maha tahu.

O ya, sampai saat saya menerbitkan cerita lucu islami ini, mimpi gigi taring saya yang copot tersebut, belum pernah saya ceritakan pada satu orang pun :)

Semoga cerita lucu islami yang lumayan panjang ini bisa menghibur semua sobat yang telah membacanya, dan semoga tuntunan ketika mendapatkan mimpi buruk diatas bisa membantu, terutama bagi sobat yang beragama islam. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah membaca cerita lucu islami, dibalik sebuah tafsir mimpi gigi taring copot.

Share :

Facebook Twitter Google+
2 Komentar untuk "Dibalik sebuah tafsir mimpi gigi taring copot "

udah jadi baru cerita . maka akan ada yang bisa percaya ...

iya sangat membingungkan, tidak percaya tapi suka kejadian

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top