12 Fakta unik tentang ka’bah

   Sama kita ketahui Ka’bah merupakan kiblatnya umat islam dalam melaksanakan shalat, dan ka’bah  adalah tempat beribadah kepada Allah swt yang pertama kali didirikan di muka bumi ini. Terlepas dari semua itu ada banyak sekali fakta unik tentang ka’bah yang mengiringi keberadaannya dari pertama kali dibangun pada  zaman nabi dahulu kala sampai masih berdiri dengan kokohnya di hari ini. Dalam dua postingan yang dulu saya juga telah memuat tentang  fakta unik ka'bah, tepatnya fakta unik dari kiswah (kain penutup ka’bah) serta menelusuri dan melihat apa sebenarnya isi dalam ka’bah dan bagian-bagiannya.

Kedua postingan tersebut bisa sobat blogger baca kembali disini :
- Melihat Kiswah dari dekat ( kain penutup ka’bah )
- Melihat isi ka'bah

   Lanjut kita pada postingan, Sebenarnya banyak sekali fakta menarik dari Ka’bah itu, baik yang sudah sering kita dengar ataupun yang baru terungkap diwaktu dekat. Beberapanya akan saya bahas dibawah ini.

1. Ka'bah mengeluarkan sinar radiasi

   Planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui sebagai medan magnet. Penemuan ini sempat mengguncang National Aeronautics and Space Administration ( NASA ), badan antariksa Amerika Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui internet. Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya.

   Namun demikian, keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tempat di mana Ka'bah berada. Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite ( tidak berujung ). Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'bah di planet bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

2. Zero Magnetism Area

   Di tengah - tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila seseorang mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

   Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu, ketika mengelilingi Ka’ah, maka seakan - akan fisik para jamaah haji seperti di-charge ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

3. Tekanan Gravitasi Tinggi

   Ka'bah dan sekitarnya merupakan sebuah area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini menyebabkan satelit, frekuensi radio ataupun peralatan teknologi lainnya tidak dapat mengetahui isi di dalam Ka'bah. Selain itu, tekanan gravitasi tinggi juga menyebabkan kadar garam dan aliran sungai bawah tanah tinggi. Inilah yang menyebabkan Shalat di Masjidil Haram tidak akan terasa panas meskipun tanpa atap di atasnya.
Tekanan gravitasi yang tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit.

4. Tempat ibadah tertua

   Pembangunan Ka'bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula sumber yang menyebutkan, Ka'bah telah dibangun semenjak 2000 tahun sebelum Nabi Adam diturunkan. Pembangunannya pun memerlukan waktu yang lama karena dilakukan dari masa ke masa.
Menurut sebagian riwayat, Ka'bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.

5. Ka'bah memancarkan energi positif

   Ka'bah dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang Shalat di seluruh dunia, karena orang shalat di seluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua berkiblat kepada Ka'bah. Jadi dapat Anda bayangkan energi positif yang terpusat di Ka'bah, dan juga menjadi pusat gerakan shalat sepanjang waktu karena diketahui waktu salat mengikuti pergerakan Matahari.

   Itu artinya, setiap waktu sesuai gerakan Matahari selalu ada orang yang sedang shalat. Jika sekarang seseorang di sini melakukan shalat Dhuhur, demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu Dhuhur dan seterusnya atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia shalat Dhuhur orang yang lebih timur melakukan shalat Ashar demikian seterusnya.

   Memandang Ka'bah dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan jiwa. Aturan untuk tidak mengenakan topi atau kepala saat beribadah haji juga memiliki banyak manfaat. Rambut yang ada di tubuh manusia dapat berfungsi sebagai antena untuk menerima energi positif yang dipancarkan Ka'bah.

6. Ka’bah telah direkonstruksi beberapa kali

   Ka’bah yang kini kita lihat tentunya tidak sama dengan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Dari waktu ke waktu, Ka’bah mengalami re-building setelah tertimpa banyak bencana alam atau bencana buatan manusia. Salah satu rekonstruksi yang paling dikenal oleh umat muslim adalah yang terjadi sebelum Nabi Muhammad (SAW) menerima kerasulan. Pada saat itu, beliau mengatasi perkelahian antar klan mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Caranya, beliau meletakkan batu itu ke jubahnya di mana setiap orang dari semua klan dapat mengangkat ujung kain tersebut.

   Sejak itu, setiap beberapa abad sekali, terjadi beberapa kali rekonstruksi. Terakhir kali pada tahun 1996 di mana berbagai fondasi diperkuat dan atap baru ditambah. Sepertinya ini akan menjadi rekonstruksi terakhir insya Allah, karena teknologi modern telah memungkinkan konstruksi bangunan yang lebih kokoh dari sebelumnya.

7. Tadinya Ka’bah berwarna-warni.

   Kita telah terbiasa melihat Ka’bah dengan trademark warna Kiswah hitam dengan garisan emas melintang sehingga sulit membayangkan kayak apa kalau Ka’bah ada dalam warna lain. Namun sebenarnya tradisi ini dimulai sejak Khalifah Abbasiah yang simbol kekhalifahannya saat itu berwarna hitam. Sebelumnya, Ka’bah ditutupi kain berbagai warna seperti hijau, merah, dan bahkan putih.

8. Kuncinya dipegang oleh satu keluarga

   Setelah Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekah, kepada beliau diberikan kunci Ka’bah. Namun bukannya menjadikan kunci itu hak milik, sang Nabi justru menyerahkannya kepada Usman bin Talha. Keluarga dan leluhurnya telah menjadi pemegang kunci Ka’bah turun-temurun selama berabad-abad. Nabi mengokohkan kedudukan mereka hingga akhir zaman dengan kata-kata berikut :

“Ambil ini, wahai Bani Talha! Selama-lamanya hingga Hari Kebangkitan, dan kunci ini tidak akan direbut darimu kecuali oleh penguasa lalim lagi sewenang-wenang”

   Melestarikan pesan Rasulullah, tidak ada satupun khalifah, sultan, raja, bahkan orang paling berkuasa di dunia yang mampu memasuki Ka’bah kecuali setelah meminta izin kepada keluarga kecil Mekah ini.

9. Anda bisa berenang di sekitarnya

   Ka’bah terletak di dasar lembah sehingga ketika hujan deras, ya terjadilah banjir. Kadangkala apabila banjirnya parah, seperempat Ka’bah bisa terendam banjir dan jamaah haji harus tawaf sambil berenang-renang (terakhir tahun 1996-an). Namun, berbagai renovasi modern dan pencegahan banjir telah dilakukan oleh pihak Saudi juga sehingga jamaah haji tidak perlu lagi khawatir tawaf dengan kebanjiran.

10.  Ada dua buah Ka’bah

   Tepat tegak lurus di atas Ka’bah di muka bumi terdapat replika Ka’bah di langit yang disebut Baitul Ma’mur. Saat Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW melihat Ka’bah ini. Sabda beliau :

“Kemudian saya diperlihatkan Baitul Ma’mur (Rumah Allah). Saya bertanya kepada Malaikat Jibril mengenainya dan ia menjawab “ini adalah Baitul Ma’mur di mana 70.000 malaikat melakukan ibadah di sini per harinya, dan ketika mereka pergi mereka tak pernah kembali lagi ke sini”

[Dalam artian, jumlah 70.000 itu adalah jumlah yang baru alias fresh batch setiap harinya – saking banyaknya jumlah malaikat Allah]

11. Hajar Aswad pernah pecah

   Tahukah sobat bahwa batu hitam Hajar Aswar dilapisi pelapis perak sekelilingnya? Dan mengapa?

   Hal ini terjadi gara-gara ulah sekte sesat ekstremis dari Bahrain yang disebut Qarmatians yang mengeluarkan fatwa miring bahwa haji adalah perbuatan fasik. Tak cukup mengeluarkan fatwa, mereka juga membantai massal sekitar 10.000 orang jamaah haji saat itu.

   Tak hanya itu, sekte ini juga mengambil Hajar Aswad dan dibawa ke Arab Timur kemudian Kufa di Irak. Hingga akhirnya mereka dipaksa untuk mengembalikan batu itu oleh Khalifah Abbasiah. Ketika dikembalikan, Hajar Aswad telah pecah dan akhirnya pecahan-pecahan itu ditambal oleh pelapis perak. Beberapa sejarahwan berspekulasi bahwa masih ada beberapa pecahan Hajar Aswad yang beredar di luar Mekkah – namun entah di mana.

12. Ka’bah seharusnya tidak berbentuk kubus

   Hah? Tapi itulah kenyataannya. Ka’bah yang asli sebenarnya berbentuk balok persegi panjang, bukan kubus.

   Ketika Ka’bah dibangun ulang saat itu, orang-orang Quraisy juga membuat fondasi melingkar dengan bata sederhana yang meliputi area semi-sirkular disebut Hijr Ismail – untuk menandai dimensi asli Ka’bah. Namun karena kekurangan dana, pembangunan itu tidak sampai selesai persegi panjang. Sehingga Ka’bah pun berakhir dengan bentuk kubus.

Kekurangan dana? Bagaimana ceritanya? Gini….

   Ketika orang-orang Quraisy merenovasi Ka’bah sebelum masa kerasulan, mereka sepakat bahwa hanya uang halal yang boleh digunakan untuk merenovasi Ka’bah. Walau menyembah berhala, mereka sangat menghormati Ka’bah, dianggap suci karena merupakan warisan Nabi Ibrahim. Jadi, tidak boleh ada uang kotor seperti dari hasil rentenir, judi, pelacuran, minuman keras, uang curian, jasa perdukunan, maksiat, dll yang masuk ke dalam dana renovasi.

   Namun ironisnya, walaupun Mekah adalah kota perdagangan yang dengan demikian berarti banyak uang, tetap saja tidak cukup uang halal yang terkumpul untuk merenovasi Ka’bah. Karena pada masa jahiliyyah, praktik-praktik kotor mencari uang telah begitu mendarah daging.

   Menjelang akhir hidupnya, Nabi Muhammad SAW berniat untuk membangun ulang Ka’bah ke dimensi aslinya, namun keburu wafat sebelum keinginan beliau terwujud. Sampai bertahun-tahun yang datang, bentuk Ka’bah tersebut masih sama seperti yang dilihat Nabi ketika beliau hidup. Akhirnya, dipertahankanlah bentuk kubus Ka’bah tersebut.

   Itulah 12 Fakta unik tentang ka’bah yang bisa saya share kepada sobat blogger semua pada postingan kali ini, sebagai tambahan dibawah ini ada kumpulan foto-foto unik ka’bah dari masa ke masa yang saya dapatkan dari salah satu blog teman.

foto-ka'bah-tempo-dulu
Ka’bah pada tahun 1951
ka'bah-kebanjiran
Ka’bah Kebanjiran tahun 1941
foto-foto-lama-ka'bah

gambar-ka'bah
ka'bah-tahun-1953
Ka’bah Tahun 1953
ka'bah-zaman-dulu

foto-unik-ka'bah

mengelilingi-ka'bah

Sumber :
http://www.belantaraindonesia.org/2012/07/5-fakta-unik-tentang-kabah.html
http://theopage.net/2012/11/28/fakta-aneh-kabah-yang-jarang-diketahui/
http://mromi.wordpress.com/foto2-unik-kabah/


Share :

Facebook Twitter Google+
1 Komentar untuk "12 Fakta unik tentang ka’bah "

mantap gan, semoga segera bisa ke ka'bah ane...

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top