Puisi cinta, puisi tentang ibu para pujangga dunia


Puisi


   Kata puisi berasal dari bahasa Yunani yakni kata poites yang berarti pembuat, pembangun dan pembentuk. Sedangkan dalam bahasa Latin yakni kata poeta yang berarti menyair, menyebabkan, menimbulkan dan membangun. Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Dan puisi merupakan karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

   Seperti yang telah saya ceritakan di postingan sebelumnya [Kumpulan puisi Buya Hamka], akhir-akhir ini saya  sedang ketagihan membaca dan berburu puisi dari para penyair dan pujangga dunia, maupun lokal. Sebuah puisi cinta ibu (tentang ibu) karya saya sendiri juga pernah saya posting di blog ini, tepatnya waktu blog ini baru-baru dibuat. judulnya [Teruntuk Ibuku] <-- bisa sobat blogger cek sendiri. Walau puisi tersebut saya rasa masih jauh dari nilai yang tinggi, tapi puisi teruntuk ibuku itu sudah lumayan cukup mengobati segala rasa sayang dan rindu saya kepada ibu tercinta (mama).

Puisi ibu


   Tema cinta, memang kita akui hampir selalu menjadi sumber inspirasi manusia dalam menghasilkan karya sastra di dunia ini, dalam puisi, banyak tema-tema yang dibuat, ada puisi yang bertemakan cinta, persahabatan, perjuangan, perpisahan, rindu, dan sebagainya. Begitupun dengan tema ibu, sosok seorang ibu tak jarang dijadikan sebuah tema oleh seorang pujangga dalam membuat puisinya. sama kita ketahui bahwa ibu memiliki kemuliaan-kemuliaan dan jasa yang tak mungkin dimiliki oleh seorang lelaki. diantaranya adalah :

  • Pertama : Seorang Ibu dihadapkan pada kesulitan dalam menjalani masa kehamilan.
  • Kedua : Kaum Ibu mengalami kesulitan besar ketika menjalani proses melahirkan.
  • Ketiga : Kaum Ibu menjalani kesulitan saat menyusui dan merawat anak.

   Setiap manusia yang dilahirkan kebumi ini merupakan hasil perjuangan antara hidup dan mati seorang ibu, Jadi sudah sepantasnya kita sebagai manusia untuk tak pernah putus mengucap terimakasih kepada seorang manusia mulia yang bernama ibu tersebut.

   Sesuai dengan judul postingan saya kali ini, yaitu Puisi cinta, puisi tentang ibu para pujangga dunia. Kali ini saya akan coba sedikit berbagi puisi-puisi cinta tentang ibu dari para pujangga-pujangga yang mungkin sudah sama kita kenal nama nya, ada yang berasal dari luar negri maupun pujangga asli dari negara kita indonesia.

Puisi tentang ibu


Yang pertama ada puisi cinta, puisi tentang ibu dari pujangga terkenal kahlil gibran.

foto-kahlil-gibran-muda-puisi-kahlil-gibran


IBU

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari
kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam
rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun
yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi
yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya
dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan
membesarkannya. 
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

Berikutnya ada puisi cinta, puisi tentang ibu dari penyair tanah air Chairil anwar.


foto-chairil-anwar-muda-puisi-chairil-anwar

Ibu

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu...

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu...

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun...
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu...

Aku sayang padamu
Tuhanku...
Aku bermohon padaMu...
Sejahterakanlah dia
Selamanya...

Demikian dua puisi cinta, puisi tentang ibu yang bisa saya share pada sobat blogger kali ini,

   Semoga setelah membaca puisi-puisi diatas semakin menambah rasa cinta kita kepada ibu yang telah melahirkan kita kedunia ini, dan perlu selalu kita ingat adalah bahwa ridho Allah tergantung dari ridho kedua orang tua kita, dan surga itu berada di bawah telapak kaki ibu, begitu bunyi pribahasanya. Cobalah untuk selalu membahagiakan dan melakukan yang terbaik bagi kedua orang tua kita diwaktu mereka masih hidup maupun sudah tiada, dan jangan lupa dan putus-putusnya untuk memanjatkan do’a kepada mereka berdua.

Sekian dulu, postingan saya kali ini semoga bermanfaat. 
#Sebenarnya masih banyak puisi tentang ibu lainnya yang saya temukan kemarin, tapi yang cukup ngena dengan suasana hati saya saat ini ya cuma dua puisi ini, jadilah saya posting dua puisi ini saja di postingan kali ini... Jika sobat blogger punya referensi puisi tentang ibu lainnya silahkan tulis dikotak komentar. 

Share :

Facebook Twitter Google+
1 Komentar untuk " Puisi cinta, puisi tentang ibu para pujangga dunia"

Ibu memang sosok inspiratif bagi saya.
Puisi yang bagus gan, thanks.


Ditunggu blogwalk baliknya

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top