Kau hanya seorang, kawan.


puisi-tentang-persahabatan-pertemanan-kawan

Kawan, maafkan aku ...

Saat aku menulis ini, aku tak tau keadaan dan keberadaanmu sekarang. Dan aku juga sudah tidak ingin mengetahui hal-hal tentangmu.

Aku menulis ini ?

Bukan karena apa-apa, hanya karena aku sedikit teringat denganmu serta petualangan-petualangan yang dulu pernah kita lakukan bersama termasuk dendam, benci, dan rindu yang menyertainya. Petualangan yang mungkin orang lain juga biasa lakukan dengan teman-temannya.

Kalau kuingat-ingat pertemanan kita tidaklah berapa lama, jika dihitung dengan waktu. Perkenalan kitapun bisa dikatakan secara tidak sengaja, sifatku tidaklah mudah dekat dengan orang lain, dan tidak mudah berteman dengan orang lain.

Kau juga sebenarnya mungkin tidak ingin dekat denganku, karena kau dan orang-orang banyak yang tau keadaan dan sifat-sifat jelek yang ada padaku.

Tapi seiring waktu, kita jadi teman, kita jadi dekat, saling mengenal. Berbagai hal kita lakukan bersama dalam suka maupun duka. Kau menganggapku sebagai sahabat dan saudara, akupun demikian.

Apakah kau tidak keberatan jika masa-masa itu aku sebut sebagai masa persahabatan kita kawan ?

Aku mengenalmu cukup lama, kaupun begitu. Tapi satu hal yang kuyakini sampai sekarang kawan, kau tidak mengenaliku dengan mendalam, karena jarang orang yang bisa mengenali ku secara mendalam, dikarenakan sifat asliku yang tidak tetap, elastis. Aku mudah berubah-ubah, dan itu kusadari. Tapi hal itu tak pernah kuperlihatkan padamu dan siapapun .

Berbagai masalah muncul mengguncang persahabatan kita, tak kupungkiri masalah tersebut kebanyakan memang berasal dariku, dan aku sadar itu. Sekali dua kali kita menyelesaikan masalah tersebut.

Aku yang membuat masalah, kau bersedia membantuku meyelesaikannya, arti dari kata sahabat yang sebenarnya memang kutemukan dari dirimu kawan.

" sahabat adalah orang yang menegurmu ketika kau melakukan kesalahan "

Itu sudah kau lakukan, tapi memang dasarku yang bengal, sekali dua kali kau tegur aku tak juga sadar. Mungkin kesabaranmu juga sudah habis dan tak tau harus berbuat apalagi, kau coba menghindariku. Aku tau itu kawan .......

Cukup lama aku sendiri tanpa teman yang sanggup mengerti sepertimu, selang beberapa bulan kita bertemu lagi, meski aku membaca ada raut kesal di wajahmu tapi masih kau coba berkata.

Persahabatan kita kembali terjalin, meski tak seperti dulu. Kita kembali dekat meski kurasa ada yang janggal di antara kita, kali ini kau tak seterbuka dulu dan kurasakan ada sedikit kebohongan pada kata-katamu.

Sampai pada suatu saat, peristiwa yang akupun tak mengerti siapa yang harus disalahkan, kau menuduhku akulah yang membawamu terseret dalam lingkaran hitam selama ini. Meski secara tak langsung kau mengatakannya padaku, kebencianmu sepertinya sudah memuncak.

Aku sadar diri, kucoba menghindar darimu, berharap masalah itu bisa kita selesaikan dengan kepala dingin dan baik-baik. Tapi sepertinya kau tak ingin, aku membaca "kau tak ingin mengenal aku lagi untuk selamanya", itu yang kubaca terakhir kali dari wajah dan sikapmu padaku kawan.
Aku pasrah, aku menghindar, aku berlari, aku menjauh darimu .....  

Tak mengapa kau salahkan aku kawan, aku memang salah. Terakhir kali kita berpapasan dijalan kau membuang muka. Tak mengapa kawan ....

Dijejaring sosial kau menghapus pertemanan dan memblokirku.

Terakhir aku mendengar kabar tentangmu dari kawan-kawan yang lain kau telah meninggalkan kota dimana kita biasa bertualang dulu, kau tak coba memberiku kabar lagi. Aku tau kau meninggalkanku dengan rasa BENCI kawan. Yang akupun bisa terima.

Sampai kapan rasa bencimu kepadaku aku tak tau ......

Aku memang bersalah tapi kau mungkin juga bersalah.

Kau membenciku tapi aku juga mulai membenci dan melupakanmu ...

Tapi bagaimanapun kau tetap kucatat sebagai orang yang pernah jadi sahabat dan saudaraku, kawan.

Satu do'a ku, semoga kau tak menemukan teman bangsat sepertiku lagi dikemudian hari.

28 januari 2014

Share :

Facebook Twitter Google+
2 Komentar untuk "Kau hanya seorang, kawan."

Gila! Ngerasain banget gue wkwkw samaaaa😂😂😂😂😂 nyezekkk

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top