Sarapan pagi istimewa


   Pagi ini 25 desember 2013, hari rabu. Hari yang sangat istimewa bagi 1/3 dari jumlah orang yang ada di dunia ini, atau lebih.

   Tapi tidak bagi saya dan feri, tau siapa feri ? Feri itu teman sekamar saya. Dia mahasiswa angkatan 2013 pendidikan teknik sipil universitas negeri padang, jauh memang jika dibandingkan dengan saya yang angkatan 2007. Katanya berasal dari daerah yang bernama Curup, sebuah daerah yang masuk dalam provinsi Bengkulu.

Jadi apa yang istimewa di hari ini, pagi ini, atau dengan si feri ?

   Hari ini dan si feri itu tidak ada yang istimewa. Kalau hari ini bagi orang-orang kebanyakan yang bermukim di daerah pondok [pecinannya kota padang] mungkin memang hari yang sangat istimewa mereka. Karena sekarang adalah hari natal. Keistimewaan hari natal bagi saya sekarang tidaklah terlalu terasa lagi.

Kenapa ?
   Karena saya seorang muslim, dan itu selamanya.    

Beda dengan dulu ?
   Kalau dulu, waktu zaman SD dan SMP mungkin chemistery natal dan tahun baru memang sangat saya dapat dan rasakan.

Karena apa ?
   Karena, zaman itu liburan sekolah, liburan akhir tahun, dan hari natal hampir bersamaan. Enaknya saya dan teman-teman bisa bermain sepuasnya seharian, acara-acara di televisipun bagus-bagus, karena khusus disajikan untuk anak-anak untuk mengisi waktu libur. Kebanyakan dari film itu adalah film kartun. Walaupun dari tahun ke tahun film yang ditampilkan hampir itu-itu saja. Tapi saya dan teman-teman tak bosan-bosan menyaksikannya. Bahkan kamipun sudah hafal alur cerita dan nama-nama tokoh dari film tersebut karena saking seringnya menonton.

   Dan yang paling ter-enak dari waktu liburan ini adalah saya sering [walau tidak selalu] diajak pergi liburan oleh orang tua ke tempat-tempat saudara yang ada di daerah atau kota lain. Moment-moment inilah yang paling istimewa bagi saya waktu itu.

Kalau yang istimewa dari siferi itu apa sih ?
   Gak ada, tapi semalam saya sempat ngajak si feri buat mutar-mutar kota padang pake motor, sekalian mau lihat suasana malam natal di daerah pondok, yang mayoritas penduduknya keturunan tionghoa yang beragama budha, khonghucu, dan kristen. Sekalian saya juga mau ngetest cerita teman waktu kuliah dulu yang tinggal di daerah pondok tersebut. Katanya kalau malam natal dan hari-hari besar lainnya, daerah tempat tinggalnya tersebut sering bau "angik". Disebabkan daging babi [bahkan anjing] yang dibakar untuk makanan acara natal.

   Tapi entah saya atau siferinya yang sial, baru jalan sekitar 5 menit dari kos. Gerimis mulai turun, walau hanya satu-dua tetes yang turun, tapi ketika saya lihat kearah langit selatan kota padang [tepat dibawahnya adalah  daerah pondok], awan hitam pekat kelam cetar membahana sedang mengitari daerah tersebut, bersiap-siap menurunkan muntahan air yang terkandung dalam perut yang beberapa hari ini telah dikumpulkannya.

Kamipun memutuskan untuk balik lagi kekos. Dan tidur.

   Sebelum tidur saya sempat ingat-ingat tiap mau jalan-jalan keliling kota padang, sama si feri ini kok selalu hujan ya ? Terakhir kali, 2 bulan yang lewat. Saya yang sudah janji sama feri buat jalan-jalan ngenalin kota padang, [maklum feri baru 5 bulan dikota padang] malam sehabis pulang jalan-jalan, ditengah jalan kami di kepung oleh hujan yang sangat lebat. Terpaksa saya dan feri berhenti dan menunggukan hujannya reda lebih kurang selama dua jam.

Tapi ingat, sekali lagi abang janji fer, untuk jalan-jalan ngenalin kota padang tanpa ada hujan sama kamu ^__^

Dan sesuatu yang istimewa terjadi dipagi harinya sob ....
 
   Paginya saya bangun jam 5 pagi, shalat shubuh, tidur lagi, bangun jam 8.
Lalu sesuatu yang istimewa terjadi di pagi ini, pagi hari rabu tanggal 25 desember 2013, hari natal bagi umat kristen, tapi bukan saya.

   Saya bangun langsung kekamar mandi cuci muka, lalu kekamar lagi. Buat bersih-bersih, dari melipat selimut sampai menyapu itu kamar. Sedang membereskan sampah kertas yang ada disudut kamar, si feri datang membawa bungkusan kantong kresek hitam.

   Saya terus asyik membereskan sampah-sampah kecil tersebut, sekilas feri kelihatan memanaskan air dispenser, saya keluar membawa kumpulan sampah tadi dan memasukkannya ke tong sampah "milik bersama" anak-anak kos.

   Disinilah detik-detik kejadian istimewa itu terjadi, saya masuk ke kamar. Si feri sedang menyeduh susu sachet sambil duduk bersila dilantai, ternyata isi kantong kresek hitam yang di belinya tadi adalah dua buah susu sachet dan 3 bungkus roti harga 1 ribuan.  

   Si feri menawarkan roti yang dibelinya tadi, sayapun tertarik. Kebetulan stok susu bubuk yang tiap bulan saya beli masih ada. Sayapun membuat susu dengan air panas dispenser yang masih tersedia.

   Sayapun duduk bersila di depan feri, sambil mencicipi roti pemberian feri tadi, terlihat feri mencelupkan roti yang di ambilnya secuil-secuil kedalam susu segarnya. Saya pun meniru yang dilakukan feri tersebut.

Istimewanya disini sob,
   Minum susu memang kegiatan yang hampir tiap pagi saya lakukan. Tapi minum susu dengan menghabiskan secara perlahan-lahan ditambah dengan roti yang dicelupkan secuil-secuil seperti yang dilakukan oleh feri adalah sesuatu yang sangat jarang saya lakukan saat ini. Mungkin karena kesibukan pekerjaan yang menuntut saya bangun pagi lalu buru-buru pergi, biasanya susu yang baru saya seduh dengan air panas dan setengahnya lagi dicampur air dingin saya habiskan dalam waktu beberapa detik saja.

   Apalagi minum susu sambil mencelupkan potongan-potongan roti, sesuatu hal yang sudah beberapa tahun belakangan ini tidak saya lakukan, tapi kebiasaan ini sangat sering saya lakukan waktu zaman-zaman SD dulu sob, makan roti sambil dicelupkan kedalam susu itu memang punya kenikmatan tersendiri dimata saya, rasanya roti yang dicelupkan tersebut jadi lebih nikmat dan lezat, mungkin kenyataannya juga begitu karena sudah bercampur dengan susu. [dalam hati kepikiran : betul juga iklan Oreo itu ya]

   Walau tak ada yang istimewa di hari natal tanggal 25 desember 2013 ini, karena saya seorang muslim sejati dan saya tidak merayakan natal. Setidaknya moment sarapan pagi yang saya lakukan bersama feri tadi pagi adalah sebuah moment yang sangat berkesan bagi saya, kalau bagi feri mungkin tidak. Karena, sering saya perhatikan si feri tiap minum susu selalu begitu. Heeeeeeeee

   Sekian dulu cerita sarapan pagi istimewa saya ini sobat blogger semuanya, untuk penampakkan gelas susu dan roti yang dibeli si feri tadi, ini saya sempat memfotonya.


menu-sarapan-pagi-istimewa

Share :

Facebook Twitter Google+
1 Komentar untuk "Sarapan pagi istimewa"

Kalau saya lebih suka makan roti di celupin ke teh, soalnya kalo pake susu gampang enek

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top