Menuju Indonesia Sehat


   Tulisan dibawah ini merupakan penilaian saya [dari sudut pandang saya sendiri] terhadap dunia kesehatan yang ada di Indonesia, dan harapan saya ataupun kita semua bangsa indonesia  terhadap kesehatan di negeri kita Indonesia, tulisan ini juga merupakan tulisan yang saya ikutkan dalam lomba blog kesehatan yang diselenggaran oleh Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Blogdetik dalam rangka merayakan hari kesehatan nasional pada 12 november  2013 lalu ….. 


   Seseorang yang dikatakan sehat apabila keadaan fisik, mental, sosial, dan spritualnya tidak bermasalah atau terganggu. Kesehatan mungkin bisa dikatakan modal utama manusia untuk produktif secara sosial maupun ekonomis. Ya, kesehatan merupakan modal utama kita manusia untuk memulai aktifitas di dunia ini. Bila kesehatan yang kita miliki terganggu, sebesar apapun ide dan keinginan untuk melakukan suatu perubahan akan sulit terlaksana rasanya, walaupun banyak didunia ini orang-orang yang kurang sehat [cacat] sukses dibidang-bidang tertentu dengan kekurangannya, tapi alangkah baiknya bila kesuksesan kita itu diiringi dengan kesehatan yang baik.

   Di Indonesia, dari awal negara kita Indonesia ini terbentuk, pemerintah  sudah memberikan perhatian yang besar terhadap dunia kesehatan [kesehatan warga negaranya], yang dijelaskan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 [Perubahan UUD 1945 Pasal 34 ayat 2], bahwa ; kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dan negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

   Bentuk perhatian pemerintah Indonesia terhadap kesehatan itu  terlihat dari keseriusan pemerintah dalam membangun fasilitas-fasilitas kesehatan untuk warga negaranya, yang terlaksana dari program langsung pemerintah atau berupa kerjasama dengan Negara-negara maju/tetangga, atau organisasi-organisasi kesehatan swasta/dunia lainnya.

   Fasilitas-fasilatas yang dibangun tersebut ada berupa tempat pelayanan kesehatan yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Kita ambil contoh dari lingkup yang paling kecil sampai yang besar : di setiap desa biasanya didirikan sebuah POLINDES dan POSYANDU yang menempatkan seorang [atau lebih] bidan desa, ditingkat kecamatan didirikan satu atau lebih PUSKESMAS, ditingkat Kabupaten didirikan RSUD [rumah sakit umum daerah], ditingkat provinsi didirikan RSUP [rumah sakit umum pusat] yang kesemuanya memiliki satu tujuan yaitu untuk melayani masyarakat dan melaksanakan kegiatan kesehatannya masing-masing di ruang lingkupnya masing-masing.

   Selain pembangunan fasilitas-fasilitas kesehatan diatas, perhatian pemerintah Indonesia terhadap warga negara nya juga diwujudkan dengan pemberian layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu/miskin [kaum dhuafa]. Sama kita ketahui, Negara Indonesia adalah Negara yang masih tergolong negara berkembang dengan jumlah penduduk  kurang mampu atau miskin 28,07 juta orang [11,37 % dari total jumlah penduduk, data BPS bulan maret 2013].

   Sesuai dengan isi dari pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang saya tuliskan diatas tadi, merupakan tanggung jawab negara untuk memberikan layanan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua warga negaranya, tanpa terkecuali. Disinilah peranan pemerintah sesungguhnya dalam mewujudkan kesehatan merata untuk warga negaranya. Karena, kesehatan bukan hanya milik golongan-golongan tertentu saja, bukan milik orang-orang kaya, orang-orang berduit, bangsawan, pejabat. Tetapi kesehatan itu milik semua.

Ya, sehat milik semua .... termasuk orang miskin.

   Khusus masyarakat miskin [dhuafa], pemerintah memberikan layanan dan bantuan-bantuan khusus bagi mereka melalui program-program yang telah diselengarakan. Salah satunya adalah program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk  pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang sudah dimulai sejak tahun 2005. Seiring waktu program ini sudah beberapa kali berganti nama yaitu ; Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin/JPKMM, atau lebih populer dengan nama program Askeskin (Asuransi Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin). Kemudian sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang ia berubah nama menjadi program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). JPKMM/Askeskin maupun Jamkesmas, kesemuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melaksanakan penjaminan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu, dengan menggunakan prinsip asuransi kesehatan sosial.

kesehatan-masyarakat-miskin

Program jamkesmas ini sifatnya gratis bagi masyarakat miskin yang mendapatkannya, kategori yang termasuk masyarakat miskin disini adalah :
  1. Masyarakat miskin dan tidak mampu, yang telah ditetapkan oleh Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tahun 2008 berdasarkan kuota kabupaten/kota (BPS) yang dijadikan basis data (database) nasional.
  2. Gelandangan, pengemis, anak dan orang terlantar, serta masyarakat miskin yang tidak memiliki identitas (atau kerap disebutkan sebagai “peserta non-kartu”.
  3. Semua peserta Program Keluarga Harapan (PKH) (baik yang sudah atau yang belum mempunyai kartu Jamkesmas).
  4. Semua penderita penyakit Thalasemia mayor
  5. Semua pasien yang menerima Jaminan Persalinan (Jampersal)

Kendala yang dihadapi pemerintah


   Dari semua program kesehatan yang diselenggarakan pemerintah, program Jamkesmas menurut saya merupakan program yang paling "hebat". Karena memudahkan masyarakat miskin dalam memperolah pelayanan kesehatan, tidak ada pemungutan biaya satu perserpun selama prosesnya, seperti biaya obat-obatan dan biaya pemeriksaan penunjang lainnya.

   Namun, tidak bisa kita pungkiri dalam pelaksanaan program [Jamkesmas] tersebut masih ada beberapa faktor yang menjadi penghalang terwujudnya tujuan awal dari program itu. Banyaknya kasus-kasus, seperti kesalahan dalam pemberian kartu Jamkesmas kepada orang yang tidak tepat salah satunya. Seperti yang sering diberitakan di Televisi, kartu Jamkesmas malah didapatkan oleh orang-orang yang bisa  dikatakan golongan mapan [ekonomi menengah keatas], sedangkan mereka yang benar-benar membutuhkan malah tidak mendapatkannya.

Harapan saya [kita semua] untuk kesehatan di Indonesia


   Setelah adanya berbagai fasilitas dan layanan-layanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah tersebut [itu hanya sebagian dari program-program yang diselenggarakan pemerintah dalam bidang kesehatan, masih ada program lainnya yang belum saya sebutkan ataupun belum saya ketahui, seperti layanan air bersih di daerah tercemar misalnya] kesehatan menyeluruh yang diimpikan oleh semua rakyat Indonesia lambat laun akan tercapai. Karena, kita lihat dari keseriusan pemerintah dalam menyelenggarakan dan menangani hal-hal menyangkut kesehatan [ penyakit, pengobatan, pelayanan dan fasilitas] yang diberikan dari tahun ketahun semakin bagus dan membaik.

   Dan semoga faktor-faktor yang menjadi kendala pemerintah seperti yang saya sebutkan tadi bisa secepatnya diatasi, karena akan merugikan orang yang seharusnya lebih memiliki hak untuk mendapatkan layanan yang memang sudah diperuntukkan bagi mereka.

   Target menjadi Indonesia sehat 2015 sudah digalakkan pemerintah beberapa tahun terakhir, semoga ini bisa terwujud dan kita semua rakyat Indonesia bisa merasakan manfaatnya.

Siapa yang ingin sehat ? semua pasti inginkan ^_______^



sumber referensi :

Share :

Facebook Twitter Google+
2 Komentar untuk "Menuju Indonesia Sehat"

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top