Freelancer, dalam mengartikannya atau sekedar istilah keren ?


   Istilah profesi yang satu ini sedang naik daun sekarang, banyak teman-teman yang setelah wisuda ataupun sedang kuliah mengaku sedang atau jadi seorang freelancer di sela-sela profesi utamanya. saya ambil pengertian dari kamus inggris-indonesia, freelance diartikan sebagai tenaga lepas/kerja lepas. Bekerja disebuah intansi/perusahaan atau bekerja sendiri, sedangkan freelancer adalah orang yang melakukan kegiatan freelance. Jadi dapat kita ambil kesimpulan yang pertama yaitu, freelance adalah " sebuah profesi yang dapat dilakukan tanpa adanya ikatan dinas dari sebuah instansi yang menaungi profesi tersebut".

   Di perusahaan praktek freelance juga bervariasi. Beberapa perusahaan mengharuskan untuk menandatangani kontrak tertulis, sementara yang lain hanya berdasarkan perjanjian lisan, yang dilaksanakan melalui sifat pekerjaan tersebut.

   Bidang pekerjaan yang sering di geluti para freelancer adalah jurnalisme, penerbitan buku, penerbitan jurnal, dan bentuk-bentuk menulis, redaktur, redaktur-cetak, pengoreksi-cetak, pengindeksan, penyalin tulisan, programer komputer, desain grafis, konsultan dan penerjemah.  

   Sebagai seorang Freelancer, pekerjaan dapat kita lakukan sesuai dengan waktu yang kita punya, artinya kita sendirilah yang mengatur jadwal pekerjaan yang kita jalani tersebut tanpa ada doktrin dari sang atasan. Beda dengan kerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki aturan kerja 8-10 jam sehari, 6 hari dalam seminggu.

   Saya ambil sebuah contoh, seorang teman, sebut saja bang Rivo Septi Andries yang memiliki kamera profesional DLSR memilih berprofesi sebagai photografer freelancer di salah satu surat kabar harian di kota padang ini, dia mengatakan kalau menjadi seorang freelancer memiliki suka duka yang menarik, sukanya adalah kita bisa kapan saja meliput sebuah peristiwa penting atau pun menarik dengan cara mengabadikannya dengan kamera. kemudian menyerahkan hasil karya nya tersebut kepada redaksi surat kabar untuk dijadikan sebuah berita, hasil karya tersebut nantinya akan di imbali dengan bayaran yang bervariasi. Dukanya lagi kata si teman ini adalah : " yaaa bayaran tidak akan kita terima kalau tidak kerja ".
Jadi, kesimpulan kedua yang dapat kita ambil dari freelance adalah, " freelance adalah sebuah profesi/pekerjaan sambilan ".

[ bang, pinjam fotonya ya … ]

   Lalu, mengapa akhir-akhir ini istilah freelance lebih sering kita dengar. Menurut saya istilah ini lebih cenderung mengarah kepada tren pemakaian istilah/bahasa inggris kedalam bahasa indonesia [istilah resminya saya lupa] , karena bukankah sebelumnya kita sering juga mendengar istilah lain yang defenisinya hampir sama dengan freelance, contoh " kerja paruh waktu ".  

   Alasan yang kedua adalah, freelance lebih "keren" kedengarannya ketika kita mengucapkan kata tersebut, hehehehehe.
Dan lebih enak di pandang ketika tertulis.

  • Dan yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah seorang teman saya yang berprofesi sebagai tukang parkir di GOR agus salim disela-sela waktu kuliahnya juga bisa di golongkan seorang freelancer juga ?
  • Kemudian adik si teman ini yang berprofesi jadi tukang jual gorengan keliling sepulangnya dari sekolah juga bisa kita golongkan sebagai seorang freelancer ?
Jawaban sobat semua mungkin sama seperti saya, yaitu : " bisa jadi " 
 
Sekian dulu sob tulisan saya tentang Freelancer, dalam mengartikannya atau sekedar istilah keren ?, kalau ada masukan tulis aja di kotak komen ya ...

Share :

Facebook Twitter Google+
2 Komentar untuk "Freelancer, dalam mengartikannya atau sekedar istilah keren ?"

malah, ada yang bilang freelancer itu pekerja serabutan

Tapi ada juga yang menjadikan freelancer pekerjaan utama..

Buat yang gak punya akun blogger masih bisa ikutan koment kok. Caranya,
Pilih (Name/Url) lalu masukan nama dan link kamu (misal link FB).

Thanks buat yang ninggalin koment #KissHug

Pengikut

Back To Top